Beranda News Nasional

Musisi Bogor Tolak RUU Permusikan

Liputanbogor.com – Rancangan Undang-Undang (RUU) permusikan menjadi perbincangan hangat di kalangan musisi tanah air saat ini, pasalnya banyak musisi yang menolak adanya RUU permusikan.

Penolakan tersebut juga datang dari salah satu musisi Bogor, Pria yang akrab disapa Sikoran ini mengatakan pasal 5 dalam RUU permusikan adalah yang menyebabkan masalah, karena kebebasan berekspresi dibatasi.

“Ini lebih parah dari Orde Baru (Orba), kita dilarang membuat karya yang provokatif, kritik atau protes kepada pemerintah, kalau melanggar hukumannya dipenjara, kita hanya boleh membuat lagu cinta, patah hati dan religi, biar generasi muda kedepannya gak pada kritis dan apatis dalam segala hal,” papar Vokalis Jeans Roek tersebut kepada liputanbogor.com, Senin (11/2).

Baca:  Penyeberangan Merak – Bakeuhuni Berlakukan Sistem Ganjil Genap

Di dalam dunia seni itu, lanjutnya, semuanya sah-sah saja gak ada aturan baku, karena itu selera.

“Setiap orang punya takaran selera masing-masing, disaat seorang pelukis mau menggambar pake kuas, pensil, crayon ya selama gambarnya bagus dan bisa mengartikannya ya sah-sah aja , kan gak mungkin juga kalo semua pelukis boleh menggambarnya pake crayon aja,” cetusnya.

Ia juga menyayangkan terkait membuat acara musik yang harus lewat Event Organizer (EO) yang legal oleh pemerintah dan pendistribusian CD yang harus lewat major label resmi.

Baca:  Gelombang Kedua Pendaftaran Kartu Prakerja Dibuka 20 April 2020

“Seniman itu yang penting pembuktiannya lewat karya, tidak perlu uji kompetensi dan lain sebagainya yang membuat resah musisi tanah air,” tandasnya. (MIA)