Beranda Opini

Sang Bapak Robotika Modern

Pada suatu hari di negeri Irak di desa Ardhul Jazari, lahirlah seorang anak lelaki bernama Ismail bin Ar-Razaz Al-Jazari. Beliau lahir tahun 561H(1156M).

Sejak kecil ia telah diajari Al-Quran, Fikih dan Hadits Rasulullah SAW. Selain mempelajari ilmu Qauliyah (Agama) dia juga mempelajari ilmu-ilmu Kauniyah (Sains) dan dengan ilmu inilah kelak ia akan mengharumkan namanya baik di timur maupun barat.

Al-Jazari, dengan nama itulah ia dikenang, beliau telah mengabdikan dirinya kepada para Sulthan Turkimani atau Artuqid di istana Artuklu Diyarbakir yang waktu itu masih berafiliasi dengan Daulah Ayyubiyyah, kemudian dia mengabdi pada pada Sulthan Nashiruddin Al-Ayyubi, Sulthan Daulah Ayyubiyyah sekaligus anak Shalahuddin Al-Ayyubi

Dalam metode penelitian, Al-Jazari menggunakan Trail and Error atau percobaan secara terus menerus dengan fokus dan konsisten sebagai prinsip metode ilmiahnya. Itu semua tercatat rapi dalam sebuah karyanya yang bernama “Al-Jamii’ Bayna Al-Ilmi Wa Al-‘Amal An-Nafii’ Fi Shima’at Al-Hiyal”.

Sebagian karya-karyanya banyak yang menggunakan air sebagai sumber kekuatan, seperti mesin air mancur istana yang dapat membuat air mancur yang terpancar terlihat seakan menari-nari, atau juga alat pengangkut  air yang berkerja menggunakan sitem autotama (bergerak sendiri) yang kita kenal dengan Piston, alat yang selalu digunakan pada kendaraan bermotor bahkan sampai pada pesawat dan kini telah menyebar ke seluruh dunia.

Baca:  Motivasiku dalam Berjuang

Ciptaan beliau yang paling terkenal di mata para ilmuan adalah Robot Jam air atau ada juga yang menyebutnya Jam Gajah, jam ini akan bergerak akan berjalan setiap setengah jam sekali. Cara kerja jam ini menggunakan pemanfaatan gerakan air dalam hukum Archimedes. Jam ini juga didesain dengan berbagai macam ornamen yang melambangkan budaya-budaya negeri asing seperti Naga dari Cina, Burung Phonix dari Mesir, Permadani dari Persia, Gajah dari India dan Afrika, Orang memakai Sorban dari Arab, Teori Archimedes dari Yunani dan pada jam tersebut juga terdapat tokoh yang diidolakan oleh seluruh Muslim yakni, Shalahuddin Al-Ayyubi dan sekarang Jam Gajah abad ke-12 ini telah diproduksi ulang dan disimpan di Mall Ibnu Batutah, Dubai.

Selain jam gajah ada masih banyak lagi karya-karya Al-Jazari seperti; , jam lilin, tempat wudhu automatis, robot pembawa minum, Pompa air keledai yang menggunakan tenaga air dan grigi, roda grigi dan piston yang sekarang telah dimodifikasi sehingga menjadi mesin pompa air sumur yang ada di rumah kita, Jam Kastil yang akan berbunyi setiap waktu shalat sekaligus menunjukkan nama bulan saat itu, Jam Sekretaris setinggi satu meter yang menunjukkan waktu 24 jam, mirip seperti yang kita gunakan saat ini dan masih banyak lagi.

Baca:  Implementasi Pemikiran Ekonomi Al-Mawardi Era Pemerintahan Indonesia Saat Ini

Penemuan-penemuanya adalah bukti yang mematahkan klaim barat bahwa Leonardo Da Vinchi adalah penemu robot pertama, padahal karya Da Vinchi baru berupa seketsa desain dan Al-Jazari menemukan robot jauh tiga abad sebelum Leonardo Da Vinchi.

Al-Jazari sebagai muslim yang telah dididik dengan ilmu Quran dan Sunnah Nabi SAW menyadari bahwa air adalah sumber energi dalam kehidupan. Beliau terinspirasi dari firman Allah SWT dalam surah Al-Anbiya ayat ke-30

“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”

Al-Jazari secara tidak langsung telah membuktikan kepada dunia bahwa Al-Quran bukan sekedar kitab suci yang membahas permasalahan bersifat keagamaan saja, melainkan masalah-masalah yang bersifat duniawi, termasuk di dalamnya Sains dan Teknologi, sekaligus mematahkan Argumen para Orientalis bahwa Al-Quran adalah kitab yang hanya berlaku di zaman Rasulullah SAW dan sudah tidak relefan lagi di zaman modern ini. Padahal faktanya dulu banyak para pelajar barat yang rela menempuh perjalanan jauh dari eropa ke timur hanya untuk menuntut ilmu dari para ilmuwan muslim seperti Al-Jazari yang yakin bahwa Al-Quran adalah kitab yang keagungannya tidak akan sirna ditelan zaman.

Baca:  Tentang Pemuda Islam

Atas permintaan Sulthan Nashiruddin Al-Ayyubi, Al-Jazari akhirnya membukukan ide-idenya dalam sebuah buku yang berjudul “Al-Jamii’ Bayna Al-Ilmi Wa Al-‘Amal An-Nafii’ Fi Shima’at Al-Hiyal.” Buku yang dilengkapi dengan gambar Full Color ini berisi sekitar lima puluh karya mekanik yang akan menginspirasi ilmuwan barat kedepannya. Buku ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa inggris oleh Insyinyur sekaligus Sejarawan Inggris bernama Donald R. Hill menjadi “The Book of Knowledge Ingenious Mechanical Device”. Karena hasil karyanya ini, Donald R. Hill mendapat bintang kenegaraan karena berhasil menerjemahkan buku Al-Jazari di atas.

Al-Jazari wafat pada tahun 607H atau 1210M. Beliau meninggalkan suatu karya yang besar, bukan hanya sekedar untuk sebuah peniggalan bagi dirinya, tetapi juga untuk dunia dan ilmu penhetahuan. Belia adalah salah satu dari beratus-ratus muslim yang berhasil mengukir sebuah peradaban.

“Sungguh mustahil kita mengabaikan kontribusi Al-Jazari dalam Sejarah Engineering. Karyanya kaya akan instruksi-instruksi untuk perancangan, manufaktur dan perangkaian mesin”. (Donald R. Hill, 1947)

Penulis : Almer Ulul Albab (Mahasiswa S1 Jurusan Ekonomi Syariah IAI Tazkia)