Beranda News Ekonomi & Bisnis

Sekumpulan Pemuda Alumni Pesantren Daarussalaam Depok Giat Berwirausaha

BEDAZ, Cemilan Produk Alumni Pondok Pesantren Daarussalaam Depok, yang sudah dijual hingga luar Negara

LIPUTANBOGOR.COM – Berwirausaha sudah menjadi hal yang dekat bagi masyarakat, tentunya banyak orang yang sudah bergelut dalam dunia usaha. Dan pada masa kini sangat banyak sekali tokoh wirausahawan muda yang mengisnpirasi para pemuda-pemudi untuk berwirausaha. Memulai usaha kini sudah tidak menunggu lulus sekolah atau perguruan tinggi saja. Seperti halnya Aldiansyah dan kawan-kawan Alumni Pondok Pesantren Daarussalaam Depok yang membuka usaha makanan ringan. Usaha makanan baru, yang bertempat di Jl. Kp Banjaran Pucung, No 59 Rt 03 Rw 14 Cilangkap, Tapos, Depok, Jawa Barat.

“Awalnya dari sering kumpul-kumpul bareng temen seangkatan.  Pas tanggal 12 November tuh kepikiran buat ngebahas hal yang bisa jadi manfaat gitu. Jadi angkatan kita bukan cuman kumpul aja. Akhirnya kepikiran, mending kita bisnis aja. Bisnis yang dibuat juga lewat diskusi dan masukan dari teman-teman dulu. Akhirnya, pas diskusi kita nemu yang pas. Kita buka usaha Bedaz (bencok landaz). Bedaz itu asalnya diambil dari bahasa di pondok. Asalnya dari bahasa Betawi yaitu kentang yang di goreng kecil-kecil terus dikasih bumbu penyedap rasa,” kata Aldiansyah, Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Semester VI Universitas Ibn Khaldun Bogor.

Baca:  Kontribusi Industri Manufaktur Masih Tertinggi

Mindset pendidikan sebagai penyandang calon pemilik pekerjaan, sudah mulai berubah menjadi para pencetus lapangan pekerjaan. Hal ini sependapat dengan alumni pondok pesantren Daarussalaam yang memanfaatkan moment ini untuk memulai usaha sejak dini. Mereka membuka usaha untuk meminimalisir perilaku konsumtif anak muda. Mereka mengaku dengan pengaruh globalisasi segala pangan dan kebutuhan membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk membelinya.

“Kita buka Bedaz ini karena kita anak-anaknya suka banget jajan dan makan. Makanan sekarang kan mahal-mahal banget. Uang jajan yang di kasih orang tua jadi ga kerasa gampang abis. Kita mikir, kalo gini terus nanti bakal gimana. Apalagi kita alumni pondok. Kita juga laki-laki, yang kedepannya harus ngebiayin keluarga. Terus, angkatan kita punya banyak potensi juga. Jadi sayang kalo ga dimanfaatin ke jalan yang bener. Akhirnya kita kepikiran buat buka usaha bareng-bareng,” tutur Aldiansyah selaku Tim Marketing Bedaz.

Baca:  Hingga Tahap ke-8, Vokasi Industri Gandeng 2017 SMK dan 745 Perusahaan

“Bedaz memotivasi kami untuk menghasilkan penghasilan sendiri. Buat kami yang konsumtif. kami bisa manfaatin uang yang dikasih orang tua buat usaha.”, tambah Ade Riduan dan Syarif lagi. “Harapan kami dengan adanya Bedaz ini bisa memberikan solusi cemilan yang lezat, bergizi dan berkualitas bagi para konsumen seperti moto produk kami ‘Lezat, Bergizi, dan Berkualitas’. Bukan hanya itu, kami juga berharap Bedaz bisa menjadi cemilan yang di minati oleh banyak kalangan dari berbagai usia”. Tutupnya. (Intan Detatan)