BOGOR,( liputanbogor.com ) – Pemerintah berupaya melakukan digitalisasi dan pengembangan desa wisata yang mendukung ketahanan pangan termasuk smart village. Pembangunan Daerah Tertinggal dan dalam hal ini berkaitan dengan infrastrukturnya, soal teknologinya dan penggunaannya. pembangunan desa digital untuk mendukung digitalisasi ekonomi desa,” program pemerintah yang diharapkan dapat Terlearisasi dan segera dapat dimanfaatkan warga sekitar. 28/8/2021
Seperti halnya Proyek bendungan yang berada di wilayah desa Harkatjaya Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor, Dengan menelan anggaran kurang lebih 33 milyar berdampak cemari sungai sebagai sarana sumber air warga.

Di desa Harkatjaya yang di pimpin Ibu Neneng belum memikirkan dampak air keruh sungai yang di pake masyarakat Hunian sementara. (Huntara) yang berada di Kp. Parigi RT/RW. 001/001.
“Saya tidak terima karena air huntara bagian dari perjuangan saya dengan pejabat sementara Taufik Iskandar, saya sudah Komunikasi dengan suami Kades Ujang dan BPD daerah Kmpung . Parigi. Kata Sukma”
Melalui telpon Ujang kepada saya” katanya belum ada laporan dari masyarakat huntara, “kata Bpk Ujang” Yang menurut saya harusnya jangan menunggu laporan tapi pikirkan dampaknya” Ucap Sukma
Melalui Telpon saya dengan salah satu anggota BPD Bpk, Tisar di Kp. Parigi menyampaikan belum adanya info kordinasi atau pembahasan berkaitan dengan dampak air keruh yang di gunakan oleh masyarakat Huntara” Ucap kepada Sukma
Saya sangat kecewa kepada kepala desa Harkatjaya yang harusnya punya perhatian lebih terhadap masyarakat huntara karena sudah lama di huntara, Saya pun pernah tinggal berdampingan dengan masyarakat huntara sebagai relawan. Masih Sukma”
Saya berharap adanya solusi dari pemerintah setempat dan pihak kecamatan, Saya berkata atas dasar kepedulian saya terhadap masyarakat huntara yang masih belum jelas kapan akan terbangun nya Huntap, Tutup Sukma”.
Reporter; ( Sulaeni/Acang s )
Editor; Asim





