Beranda Profil

Ade Ridwan Sukses Menekuni Kaligrafi Scratch Art Paper

Scratch Art Paper

LIPUTANBOGOR.COM – Kreativitas dalam seni kaligrafi sukses menghantarkan Ade Ridwan Arifin pemuda kelahiran asal garut 10 november 1997 menjadi pengusaha kaligrafi kertas pelangi scratch art paper.

Pria yang akrab disapa ade ini mulai menekuni kerajinan seni kaligrafi kertas pelangi sejak tahun 2017, Ade sudah memiliki keahlian melukis sejak masih duduk di bangku pesantren kelas IX. Tak lama setelah lulus pesantren, ia melanjutkan studinya di pesantren kaligrafi lemka selama satu tahun, ia pun langsung menekuni seni kaligrafi kertas pelangi.

Bagi Ade melukis kaligrafi bukanlah pekerjaan mudah. Kreativitasnya ini muncul lantaran ingin mencoba sesuatu yang baru dalam seni kaligrafi, “Awalnya saya tertantang menciptakan sesuatu yang berbeda yang tidak pernah ada sebelumnya,” ucap ade. Atas karyanya ini, ia menyebutnya scratch art paper. Meskipun begitu, Ade mengaku bukanlah orang pertama yang membuat kaligrafi kertas pelangi. Ade menghasilkan kaligrafi pelangi dengan cara menggores kertas pelangi tersebut.

Baca:  Maju di Pileg, Dindin Nurdiansah Bawa 5 Misi Pengabdian

Untuk satu seni kaligrafi kertas pelangi ia bisa menghabiskan waktu 3 jam. Kendala utamanya adalah mencari ide lukisan. “Kalau sudah ada ide mau melukis apa, memang tidak terlalu sulit lagi,” ujarnya. Dalam sebulan, ia bisa memproduksi 10 sampai 15 karya seni kaligrafi berukuran besar. Hingga kini, ia sudah menghasilkan lebih dari ratusan karya lukisan kaligrafi yang dibanderol mulai Rp. 80.000 – Rp 4 juta. Dalam sebulan ia bisa mengantongi Rp 5 juta dari karya seni yang dijualnya. Dalam menekuni usaha ini, ade menjadikan rumahnya di banjaran pucung cilangkap tapos depok sebagai galeri mini yang diberi nama Al-garuty Art.

Baca:  Abdy Putra Prayoga, Bangun Dawai Outdoor dari Hobi

Ia berencana cita-cita kedepannya punya galeri besar sekaligus workshop sendiri di kota besar Ia ingin membuka gerai di kota besar karena banyak pelanggannya berasal dari wilayah kota besar, pemesanan karya kaligrafi Ade pun biasa melalui via sosial media instagram di @algaruty_art.

Di Indonesia sendiri, kaligrafi merupakan bentuk seni budaya Islam yang pertama kali ditemukan, sekaligus menandai masuknya Islam di Indonesia. Ungkapan rasa ini bukan tanpa alasan, karena berdasarkan hasil penelitian tentang data arkeologi kaligrafi Islam yang dilakukan oleh Prof. Dr. Hasan Muarif Ambary, kaligrafi gaya Kufi telah berkembang pada abad ke-11, datanya ditemukan pada batu nisan makam Fatimah binti Maimun di Gresik (wafat 495 H/1082 M) dan beberapa makam lainnya dari abad-abad ke-15. (Amir Seto Aji)