Beranda News Bogor Raya

Aditya : Tiga Kunci Sukses Mendirikan Rumah Makan Gratis

LIPUTANBOGOR.COM- Aditya membagi tiga kunci sukses untuk bisa mendirikan rumah makan gratis. Hal itu disampaikan Aditya berdasar pengalamannya mendirikan Rumah Makan Gratis Ciangsana Bogor yang sekarang sudah dikenal dan banyak dirasakan manfaatnya bagi masyarakat, Senin (23/2)

Penggagas dan Pengelola Rumah Makan Gratis Ciangsana Bogor, Aditya Prayoga, menyampaikan, kepada perorangan atau komunitas sedekah yang berniat untuk membangun rumah makan gratis harus disertai dengan tiga kunci yakni Sabar, Syukur, Ikhlas (SSI). “Kalau kita sudah belajar makna sabar, syukur dan ikhlas, baru kalian dapat membuat rumah makan gratis,” ungkapnya.

Menurut dia, jika tiga kunci SSI itu belum dipahami maknanya maka yang akan dikerjakan tidak sempurna dan tidak istiqomah. Aditya menegaskan, kita harus melakukan cara yang baik untuk perbuatan yang baik. Dia menganggap, salah satu cara yang baik yakni dengan tidak meminta- minta, namun jika ada yang memberi dengan ikhlas dapat diterima pemberiannya.

Baca:  Pasca Pemilu, Ade Sarip Minta BPKSDA Catat ASN yang Masuk Kerja

Aditya mengakui, saat ini keberadaan rumah makan gratis sudah ada di berbagai daerah. Namun pengakuannya, gagasan rumah makan gratis pertama kali muncul dari dia. “Pertama kali ada rumah makan gratis saya ini yang bangun, tapi sekarang sudah ada di mana- mana,” ucapnya.

Bapak satu anak itu mempersilahkan jika ada komunitas atau perorangan yang ingin minta diajarkan konsep maupun tahapan membentuk rumah makan gratis. “Belajar konsepnya dari kita, nanti teknisnya tergantung mereka,” katanya kepada wartawan saat ditemui di Rumah Makan Gratis Ciangsana sore hari.

Baca:  Di Pasar Sukasari Bogor Ada Ikan Murah, Warga Bisa Cari Sesuka Hati

Adityia menyampaikan, terdapat rumah makan gratis yang konsep dan caranya sama seperti di Ciangsana, misalnya seperti di Medan, Jakarta dan Tanggerang. Aditya mengaku, dia sudah mengajarkan konsep rumah makan gratis ke 60 lebih tempat di seluruh Indonesia. “Kebanyakan konsep yang saya paling banyak berikan yakni berkonsep etalase nasi gratis. Namanya itu Tempat Nasi Gratis atau disingkat TNG,” ucapnya.

Selain tiga kunci sukses membentuk rumah makan gratis, Aditya juga menyampaikan, perlu konsep untuk mendirikan rumah makan gratis. Maka akan ada tiga konsep yang biasanya dia ajarkan. “Konsep pertama makan gratis setiap Jumat. Konsep Kedua yakni makan di tempat seperti yang ada di Ciangsana ini. Konsep Ketiga bernama TNG singkatan dari Tempat Nasi Gratis,” ungkapnya.

Baca:  Terima Bantuan Keuangan dari Pemprov DKI Jakarta, Pemkot Bogor Fokuskan Naturalisasi Ciliwung

Aditya berpesan kepada komunitas atau perorangan yang ingin membuat rumah makan gratis, agar menyediakan tempatnya di lokasi yang tedapat banyak orang miskinnya. Dia menyampaikan, tidak perlu kita takut miskin ketika niatnya bersedekah dan berbagi. “Justru dengan membuka rumah makan gratis ini saya bersyukur karena mendapat 3K yakni Ketenangan, Kebahagiaan, dan Keberkahan,” ujarnya.

(SENDI ROMADHON SIMORANGKIR )