
LIPUTANBOGOR.COM – Forum Santri Nasional (FSN) mengelar Ngaji Bareng Kebijakan Publik dengan mengusung topik “Memperkuat Peran Serta Pondok Pesantren Dalam Pengawasan Pelayanan Publik” kegiatan dilaksanakan secara Hybrid (Luring dan Daring), di Pondok Pesantren Al – Ishlah Kab. Cirebon Jawa Barat Minggu, 27/02/2022.
Eksekutif GM Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Barat, Waljiyanto, dalam paparan materinya menyampaikan bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam menjalankan bisnis dituntut untuk mengedepankan nilai-nilai yang tercantum dalam Jargon AKHLAK yakni amanah, kompoten, harmonis, loyal, adaptif dan kolaboratif.
“AKHLAK ini yang mendasari setiap pemimpin terutama di BUMN tetap dalam koridor aturan agamanya”, ujarnya.
Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa ruang lingkup pelayanan retain pertamina adalah bahan bakar minyak, LPG dan non fuel Retail. “Saat ini Pertamina juga telah melakukan inovasi layanan dan pembayaran berupa pertashop, Pertamina delivery, My Pertamina dan SPKLU, kami berharap para adik-adik santri sudah mendowload aplikasi My Pertamina agar lebih mudah melakukan transaksi pembelian BBM dan LPG”, ujarnya.
Menurutnya pengawasan pelayanan publik dapat juga dilakukan oleh pesantren khususnya santri-santri yakni pengawasan terhadap penyaluran subsidi BBM dan LPG, pengawasan terhadap subsidi tepat sasaran, pemantauan apabila ada penyelewengan terhadap penyaluran subsidi, dan memberikan sosialisasi/pemahaman kepada masyarakat perihal pengunaan subsidi yang benar dan tepat sasaran.
“Kami minta tolong kepada para adik-adik di pesantren untuk membantu Pertamina untuk melakukan pengawasan pada penyaluran subsidi BBM dan LPG karena disini ada selisi sangat besar sehingga sering terjadi permainan harga”, ucapnya.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh
K.H. Masdar Farid Mas’udi, MA
(Rais Syuriah PBNU 2022-2027) Mantan Anggota Komisi Ombudsman (periode I), sebagai Juru Ngaji, kemudian Hery Susanto, MSi (Ombudsman Republik Indonesia) sebagai pematik diskusi.
Selamjutnya Prof DR Adang Jumhur, MA (Pengasuh Ponpes Al Ishlah Cirebon, Guru Besar IAIN Syekh Nurjati Cirebon), Prof Dr Fauzan Ali Rasyid MSi (Guru Besar Bidang Ilmu Politik Hukum Islam, Dekan Fak Syariah dan Hukum UIN Sunan Gunung Jati Bandung), Waljiyanto (Eksekutif GM Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Barat) masing-masing sebagai narasumber.( D2N )




