LIPUTANBOGOR.COM – Program Penerangan Jalan Umum – Tata Surya ( PJU-TS ) yang dijalankan oleh Yayasan Komunitas Kritis Indonesia ( YKKI ) dengan PT.Imza Rizky Jaya yang dihadiri juga oleh puluhan anggota Asosiasi Kontraktor Dan Konsultan Komunitas Kritis Indonesia Pancasilais (AK4IP ) menggelar acara Rapat Pemantapan Dan Penataran Teknis Pekerjaan Pemasangan Lampu PJU-TS di Pakuan Meeting Room Lantai 2, Whiz Prime Hotel Padjajaran Bogor, Jalan Raya Pajajaran Kota Bogor, Senin (14/12/20).
“Kita memang sedang menggarap Indonesia Terang yang merupakan program Nawacita yang berarti pro rakyat, kenapa disebut Nawacita, ya karena ini murni gratis untuk kepentingan serta peruntukan bagi masyarakat dengan memberikan penerangan jalan umum menggunakan tata surya. Tujuan dari pelaksanaan Rapat pemantapan terkait teknis pekerjaan bagi seluruh kontraktor yang tergabung, sebagai upaya untuk merubah semua sistem yang sering terjadi di internal kontraktor dalam pekerjaan apapun,” ungkap Oscar Dany Susanto selaku YKKI kepada media disela acara.
Menurut Oscar, keberadaan Komunitas Kritis sendiri sebagai langkah mengkikis kebudayaan atau prilaku yang salah disetiap internal kontraktor ketika menerima proyek apapun baik di pemerintahan maupun swasta. Dirinya mengklaim sejumlah 13 kontraktor yang tergabung AK4IP ini otomatis harus menjadi Pancasilais dalam artian harus memegang teguh serta memahami arti dari Pancasila itu sendiri.
” Ini anggaran menggunakan dana hibah dengan proses pembayaran melalui Surat Kredit Bergaransi Dalam Negeri ( SKBDN ), ini merupakan dana hibah dari luar negeri yang skupnya Nasional dan baru pertama kali di Indonesia. Untuk landasan payung hukum atau Undang-undangnya pun baru di sah kan pada Juni 2020 tahun ini, dan yang terpenting keberadaan kami pada dasar ingin merubah mind set serta menjadikan kebangkitan revolusi mental untuk para pelaku kontraktor. Proyek PJU-TS akan segera running pada Januari 2021 dengan alokasi 45.000 titik seperti di NTT, Kaltim,Jawa Timur dan Jawa Tengah,” tandas Oscar.
Mahlil selaku General Manager PT Defa Dirgantara Jaya yang merupakan anak Perusahaan dari PT IMZA Rizky Jaya sebagai sub pengadaan barang atau alat PJU-TS menyampaikan, bahwa keberadaan dari PT Defa itu sendiri untuk mengcover ketersediaan dari alat-alat yang dibutuhkan, Dirinya menyebutkan bahwa sebelumnya pengadaannya dipegang oleh subcon yang bermitra dengan PT.IMZA.
“Tapi ternyata ada miss dalam perjalanannya, dikarenakan specknya tidak sesuai dengan standarisasi yang diinginkan dari Induk perusahaan kami seperti banyaknya alat PJU-TS yang mati didaerah yang sudah ada pemasangan sebelumnya. Maka oleh karena kami mengambil alih dalam pengadaannya sesuai ketentuan speck yang diinginkan dengan garansi 3 sampai 5 tahun, dan alat kamipun merupakan custom yang efektifitas kedepannya jauh akan lebih bagus dan tahan lama dari produk yang sebelumnya dibuat oleh mitra.
Mahlil sangat optimis dengan produk yang dibuat oleh perusahaannya sangat bagus, karena dengan jumlah batre yang lebih banyak, domensinya lebih besar serta termasuk ada beberap item yang dirubah. Dirinya berharap program PJU-TS akan berjalan sesuai agenda, dengan target 70.000 ribu lampu akan terpasang di beberap Provinsi baik Kota maupun Kabupatennya.
” Untuk pemesanan ke PT.Defa Dirgantara Jaya sendiri sampai saat ini kurang lebih 30.000 ribu unit yang sudah didistribusikan kebeberap wilayah di Indonesia seperti Nias, Kaltim, Sumut dan Palembang. Semoga seluruh rekan mitra-mitra dengan PT.IMZA bisa melaksanakan program ini sebaik-baiknya,dan bisa menunjukkan kinerja yang baik guna mensukseskan program Indonesia Terang melalui pengadaan PJU-TS ini,” Pungkas Mahlil. (Z)





