Beranda Kesehatan

Akibat Pandemi, Kemnaker RI Catat Tingkat Pengangguran Naik dan 10 Juta Pengusaha Gulung Tikar

JAKARTA,LIPUTANBOGOR.COM –  Kementrian Ketenagakerjaan ( Kemnaker ) mengajak pemerintah daerah untuk bersinergi guna menekan angka pengangguran serta pihak swasta dapat mendukung upaya penanggulangan pengangguran.

Anwar Sanusi selaku Sekretaris Jenderal Kemnaker menyampaikan, telah melakukan perbaikan layanan informasi ketenagakerjaan dalam memajukan usaha mikro kecil menengah (UMKM), serta upaya mengakselerasi penyerapan tenaga kerja yang berbasis komunitas.

“Baik Pemerintah (Kemnaker) harus bergandeng tangan bersama pihak swasta menekan tingkat pengangguran ini, di tengah terpuruknya kondisi perekonomian akibat pandemi COVID-19,serta mencegah munculnya masalah sosial masyarakat,” ungkap Anwar dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (3/9/21).

Baca:  Kak Seto Harap Bima Arya Ajak APEKSI Lindungi Anak dari Rokok 

Dirinya menguraikan Revolusi Industri 4.0 saat ini memaksa terjadinya perubahan dalam perkembangan teknologi digital pada semua sektor, termasuk sektor ketenagakerjaan,
hal ini harus disikapi dengan kebijakan tepat dan cepat dalam penyerapan tenaga kerja.

“Bisa dikatakan bahwa sektor-sektor tersebut mempunyai kontribusi besar terhadap pertumbuhan secara nasional maupun domestik,” papar Anwar.

Anwar menjabarkan berdasarkan survei dari Sakernas BPS per Februari 2021, jumlah pengangguran terbuka sebanyak 8,75 juta jiwa (6,26%). Akibat pandemi COVID-19, ada sekitar 10 juta pengusaha mandiri akan berhenti bekerja dan 10 juta lainnya pendapatan menurun lebih dari 40%, serta pertambahan jumlah pengangguran pada angkatan kerja usia muda disebabkan berbagai faktor seperti spesifikasi pekerjaan yang tidak sesuai dengan pendidikan, serta kurangnya keahlian terhadap lowongan pekerjaan.

Baca:  Presiden Jokowi Minta Pemkab Bogor Lanjutkan Percepatan Vaksinasi Demi Tercapainya Herd Immunity

“Hal ini merupakan tantangan yang berat bagi ketenagakerjaan di Indonesia meskipun pengangguran ini juga dialami oleh hampir semua negara di dunia,” katanya.

Sesuai dengan arahan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, lanjut Anwar upaya mengatasi angka pengangguran ini diperlukan keterlibatan semua lembaga terkait dari unsur pemerintah pusat, daerah, hingga swasta.

“Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah serta lembaga penempatan tenaga kerja dalam meningkatkan pelayanan penempatan tenaga kerja diharap mampu mengurangi angka pengangguran,” tutup Anwar.( D2N )