Liputanbogor.com – Fakuktas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Ibn Kholdun (UIKA) Bogor Menggelar Seminar Nasional Dengan Tema “Membangun Generasi Indonesia Cerdas Dengan Pola Asupan Sehat Sejak Usia dini”
Di Aula Abdullah Shidiq Uika, Jln. Sholeh Iskandar Tanah Sareal Bogor, Sabtu (14 Desember 2019)
Ketua Pelaksana Siti Khodijah Mengatakan Seminar Nasional ini merupakan Salah satu Mata kuliah seminar nasional, pada Mata kuliah umum di semester 5 jadi setiap Tahunnya selalu terselenggara.
“Kita Ingin Membuktikan Bahwasanya Fakuktas Ilmu Kesehatan Di Uika ini benar terlihat Keberadaannya dari sisi kegiatan yang di selenggarakan”, papar Khodijah
Khodijah menyampaikan kegiatan tersebut di ikuti Oleh Mahasiswa Fikes Uika dan juga banyak dari fakultas lain yang turut hadir serta berbagai siswa/Siswi dan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) yang ada di kota Bogor. Dengan Narasumber
Dr. Feri Ahmadi ( Staf Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat)
Dakhlan Choeron ( Staf kewaspadaan Gizi Direktorat gizi masyarakat kemenkes)
Dr. Davrina Rianda ( Praktisi Tenaga Kerja Kesehatan )
Humaira Anggie Nauli (Dosen Fakuktas Ilmu Kesehatan)
Husnah Maryati (Sekertaris Lakmi Kota Bogor).
“Semoga Kedepannya cakupannya bisa lebih luas lagi pesertanyapun bisa yang di luar kota dan penyelenggaraannya lebih baik dan bisa menghadirkan pemateri yang lebih keren lagi” Tambah Khodijah
Peserta harus bisa memahami apa yang telah di sampaikan oleh para Narasumber sehingga bisa menerapkannya pada diri sendiri di kemudian hari.
“Diharapkan setelah menerima materi ini para serta memahami bahwa pentingnya gizi bagi remaja bagi para calon orang tua sehingga dia mengetahui apa yang harus di berikan pada tubuhnya dari segi asupan gizi”, Tegasnya.
Sementara itu, Dosen penanggung jawab Seminar nasional, Rahma mengatakan kedepannya mahasiswa harus lebih cekatan dan update lagi dalam menghadapi isu kesehatan Masyarakat.
“Jadi memang masalah gizi ini itu kan merupakan topik isu yang krusial apakah itu gizi lebih atau stanting itukan kontras, Masalah gizi kurang ada gizi lebih ada padahal sebagai pondasi anak anak mendatang, ini kalau gak kita bangun dari awal maslah gizinya itu efek ke belakannya yang Nanti bisa menjadi masalah”, Pungkas Rahma sapaan akrabnya.
(M. Ihsan. A)





