Beranda Uncategorized

Bahaya dan Manfaat Tembakau

Oleh : Shintawati Octaviani

LIPUTANBOGOR.COM – Hari Tanpa Tembakau Sedunia di peringati pada 31 Mei 2022 setiap tahunnya, peringatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan dampak buruk dari kebiasaan merokok. Tembakau sebagai bahan baku pembuatan rokok disinyalir telah membunuh jutaan orang setiap tahunnya, selain itu dampak lain adalah merusak lingkungan dan kesehatan. Sementara itu di bidang pertanian tembakau bermanfaat menjadi pestisida nabati yang dapat mengendalikan hama. Pada sektor industri, tembakau telah menghasilkan nilai ekspor. 

Terkait bahaya tembakau,  situs resmi WHO (30/05/2022) mengungkap bahwa  Setiap tahun sekitar 225.700 orang di Indonesia meninggal akibat merokok atau penyakit lain yang berkaitan dengan tembakau

Melalui peringatan ini, WHO mengajak masyarakat untuk menyetop kebiasaan merokok demi menyelamatkan Bumi. Dalam situs web tersebut peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia tahun ini dipandang penting selama pandemic Covid-19, 

Jika dikaitkan dengan masa pandemic Covid-19 sebuah Penelitian menunjukan bahwa SARS-cov-2, jenis coronavirus yang menyebabkan Covid-19, dapat mempengaruhi sistem pernapasan, sehingga membuat para perokok mengalami gejala yang lebih parah. 

Kandungan Nikotin Dalam Tembakau

Apa yang menyebabkan tembakau berbahaya bagi Kesehatan manusia, ternyata tembakau mengandung senyawa yang dikenal dengan nama nikotin. Senyawa ini jika dikonsumsi dalam jumlah besar dan terus menerus, dapat menyebabkan kematian.

Nikotin merupakan senyawa pirrolidin yang bersifat adiktif , salah satu zat berbahaya yang ada dalam rokok, diabsorpsi dengan cepat dari paru-paru ke dalam darah. Bahaya dari nikotin antara lain dapat merangsang pembentukan kanker1,2 karsinogenesis paru paru karena variasi genetic. Lebih dari 80% nikotin yang diserap mengalami metabolisme di hati, terutama. Sebanyak 85–90% nikotin dimetabolisme sebelum eliminasi melalui ekskresi ginjal.

Baca:  Muscab ke-2, Sudarmaji Kembali Nahkodai GPK Kota Bogor

Nikotin (β-pyridil-α-N-methyl pyrrolidine)  merupakan senyawa kimia organic, termasuk dalam golongan alkaloid, senyawa ini dihasilkan secara alami pada berbagai macam tumbuhan. Nikotin dapat menimbulkan rangsangan psikologis bagi perokok dan akan membuat ketagihan.

Manfaat Tembakau Dalam Bidang Pertanian

Tembakau digadang-gadang membahayakan kesehatan manusia, namun dibalik bahaya tersebut, tembakau dapat dimanfaatkan untuk bidang pertanian yaitu sebagai pestisida nabati. Dalam sebuah jurnal penelitan dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan, diungkap bahwa telah dilakukan sebuah penelitian yang menghasilakn kesimpulan bahwa dalam ekstrak daun tembakau mempunyai kandungan nikotin sebesar 3,14% dengan karakteristik ekstrak kadar air 42,41%; BJ 1,19 g/ml dan cemaran mikroba AKK, ALT, dan MPN Coliform masih berada dalam batas yang dipersyaratkan. 

Selain nikotin (alkaloida), tembakau juga mengandung saponin, flavonoida dan politenol. Kandungan tersebut dapat berfungsi sebagai insektisida, racun saraf , kontak dan perut serta  Fumigan.

Penggunaan pestisida kimia berbahaya untuk kesuburan tanah dan keseimbangan lingkungan, kondisi sekarang sudah banyak petani yang memahami hal tersebut, selain itu pestisida kimia juga menyebabkan resisten pada hama, sehingga pengendaliannya akan sulit. Berdasarkan alas an tersebut sudah banyak  petani yang beralih atau mencari alternatif lain untuk pengganti pestisida kimia. 

Tembakau mempunyai karakteristik rasa pahit yang tidak disukai hama, sehingga tanaman tembakau dapat digunakan untuk mengendalikan beberapa jenis hama seperti kutu-kutuan (thrips, kutu kebul, aphid, tungau), walang sangit dan ulat. Pestisida nabati yang berbahan dasar tembakau dapat menghambat dan menurunkan nafsu makan dari hama.

Baca:  Pasca Jebol Tanggul Sungai Citarum, Perguruan Mathla'ul Anwar Giat Baksos

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memanfaatkan tembakau sebagai pestisida nabati, diantaranya adalah dengan membuat ekstrak tembakau atau dengan cara langsung. Selain itu, tidak jarang juga, pestisida tembakau ini dicampur dengan bahan organik lainnya untuk lebih membantu dalam meningkatkan kerja dari pestisida nabati tersebut.

Bagian tanaman tembakau yang baik untuk digunakan sebagai pengendali hama adalah daun dan batangnya, karena bagian ini memiliki kandungan nikotin yang tinggi, terutama pada tangkai dan tulang daun. Kandungan nikotin sedikit berpengaruh pada manusia, karena nikotin adalah racun organik yang keras. 

Untuk itu, pengaplikasian pestisida nabati disarankan tidak kontak dengan kulit pada saat penyemprotan. Jangan lupa memakai  penutup hidung (masker) untuk melindungi sistem pernafasan. Setelah dilakukan penyemprotan, buah-buahan dan sayuran jangan dimakan selama 3-4 hari. Nikotin sangat beracun pada binatang berdarah panas, maka diperlukan 3-4 hari supaya terurai.

Sasaran hama yang dapat dikendalikan oleh pestisida berbahan tembakau adalah alphis, ulat, ulat kobis (thritip, kumbang kecil, pembuat terowongan daun, tungau, pembor batang dan thrips). Ekstrak tembakau ini sangat efektif bila disemprotkan di atas suhu 30 ℃.

Cara pemanfaatan Tembakau

Bagaiamana cara  membunuh serangga dengan tembakau? Caranya adalah dengan merendam sehelai daun tembakau di dalam satu liter air dan diamkan semalam. Nikotin akan dilepaskan ke dalam air dan larutan dapat disemprotkan ke tanaman untuk membunuh serangga.

Baca:  Gandeng Kesbangpol, Kodim 0608/Cianjur Gelar Penyuluhan Wasbang Untuk Masyarakat

Jika ingin mencegah serangan kutu tanaman adalah dengan menyiapkan campuran yang terdiri atas setengah cangkir bubuk bawang putih, satu cangkir kompos, dan satu cangkir tembakau. kemudian menyebarkan campuran ini di sekitar pangkal tanaman untuk mencegah serangan kutu tanaman.

Untuk membuat ekstrak daun tembakau bahan dan alat yang diperlukan adalah ½ kg daun tembakau 2 liter air serta  Kain saring. Selanjutnya daun tembakau dirajang sampai halus, rendam dalam 2 liter air selama 24 jam kemudian saring dan semprotkan pada seluruh tanaman yang terserang pada pagi hari atau sore hari. Ekstrak daun tembakau ini dapat membasmi berbagai macam hama

Nilai Ekspor Tembakau

Data ekspor impor Hs2 Digit Maret 2022, BPS menyebutkan bahwa tembakau dan pengganti tembakau di pabrikasi telah menghasilkan nilai ekspor 105.423.389,65 US$ dengan jumlah berat ekspor 12.259.284,93 Kg. 

Meski tembakau digadang-gadang dapat merusak Kesehatan manusia, namun dibidang pertanian tembakau dapat dimanfaatkan menjadi pestisida nabati, di bidang industri tembakau telah menghasilkan nilai ekspor, untuk itu bagaimana pemanfaatan tembakau adalah pilihan, meski bagaiamanapun tembakau tetaplah komoditas strategis jika dikembangkan untuk industri yang bermanfaat baik. Hal yang perlu dibatasi adalah pemanfaatan tembakau sebagai indstri yang dapat berdampak buruk pada Kesehatan manusia.

 

Redaktur      : Dadan Gandara

Sumber        : Shintawati Octaviani