Beranda News

Banyak Dipinang Untuk Maju di 2024, Gus Aang Youtuber Kapalang Misteri, Fokus Ngurusin Santri Lintas Negara

Poto Gus Aang atau Kang Angga saat berada di Malaysia dengan latar belakang Twin Tower

LIPUTANBOGOR.COM – Mengingat pemilu tahun 2024 mendatang sudah mulai terasa, saat ini masyarakat di Indonesia perlu mengubah pola pikirnya, dimana jika sebelumnya sebagian orang memilih satu calon karena diberi uang, maka nantinya harusnya memilih satu calon murni karena melihat visinya dan track record atau rekam jejaknya.

Masyarakat, semestinya memanfaatkan pemilu sebagai momentum untuk memilih pemimpin dan wakil rakyat yang terbaik berdasarkan hati nuraninya. Apalagi asas pemilu merupakan sarana kedaulatan rakyat,” ungkap Gus Aang panggilan akrab dari Kang Angga pada media, Jum’at (25/11/22) dikediamannya di Perum Alam Tirta Ciomas ini.

Baca:  Berbekal Pelajaran Politik, Irma Siti Nurafiani Mantapkan Maju di PKB

Gus Aang mengatakan, bahwa dia banyak ditawarin untuk nyaleg dan diusung oleh beberapa partai politik untuk maju di 2024 mendatang. Kata dia, ditolaknya dengan halus, karena ingin dengan mengurusi santri-santrinya yang sudah tersebar di Indonesia dan termasuk di beberapa negara di Asia.

” Saya sudah ditawarin untuk maju di pileg 2024 oleh beberapa partai politik. Tapi saya mencoba menolaknya dengan bahasa halus, karena ingin lebih fokus dalam dunia saya yaitu menjadi youtuber di konten Kapalang Misteri yang sudah dijalani sejak awal dan mengurusi santri-santri yang sudah tersebar di beberapa negara seperti Malaysia, Hongkong, Taiwan, Brunai dan lainnya,” jelas Gus Aang.

Baca:  Cetak Generasi Emas dan Pererat Silaturahmi, Kapalang Sholeh Cup U-11 Sukses Digelar di Empang

Dia menjelaskan, bahwa dia pernah mengikuti kontestasi pemilihan di Desanya tapi yang disinyalir sarat dengan politik serta hingga di gagalkan oleh oknum yang tidak ingin pemuda terpilihnya memimpin diwilayahnya.

” Kalau dibilang trauma atas kegagalan saya dalam kancah pilkades gak juga sih, akibat ada persyaratan administrasi yang menurut mereka kurang dan justru dianggap palsu. Padahal itu sudah sah dan menurut pihak sekolah dan dinas pendidikan bisa digunakan, tapi memang dasarnya saya dijegal tidak boleh maju dalam pilkades itu oleh segelintir orang,” papar Gus Aang sambil tersenyum.

Baca:  Ramadan Berkah, Safrudin Bima Perkuat Silaturahmi dan Berbagi Ceria Bersama Yatim di Tanah Sareal

Tapi justru dari kegagalan itulah, dirinya malah makin berkembang dan kafasitasnya bukan di Kabupaten Bogor atau sebatas Indonesia saja, tapi levelnya sudah di kenal tingkat Asia.

” Yah saya sih bersyukur saja, memang bukannya jalannya dalam kepemerintahan tingkat desa. Tapi, justru ada hikmahnya akibat kegagalan itu, malah saya jadi makin berkembang dengan dunia sendiri, ngurusin santri-santrinya yang mayoritas menjadi TKW dibeberapa negara,” pungkas.(D2N)