Beranda Sastra & Budaya

Berkahirnya Kehidupan

Oleh : Arief Rahardjo.

Saat bumi tak lagi bersahabat
Dan alam enggan memberikan kedamaian
Bencana yang datang tanpa di duga
Sadarkah manusia tentang itu?
Sepertinya mereka tetap asyik dengan kesombongannya.

Telah di goncangkan oleh-Nya dengan kekuatan maha dahsyat
Di mana kekuatan itu telah memporak-porandakan seluruh penjuru
Dan manusia tak bisa berbuat apa-apa selain pasrah

Keluarlah segala sesuatu dari perut bumi dan semesta
Letupan kawah gunung berapi yang menyembur tanpa ampun
Seperti hujaman meriam yang hendak menempur lawan
Goncangan gempa yang meluluh-lantakkan seluruh daratan

Baca:  IBU

Rintihan, jeritan dan tangis di mana-mana
Suasana  semakin mencekam
Suara adzan tak lagi menggema;
Semakin senyap, dan tenggelam
Tak ada lagi kesempatan utuk bertaubat

Telah dibangkitkan manusia keluar dari kuburnya
Menuju tempat perhitungan
Antara orang yang beramal dan kufur

Dan beruntunglah jika manusia yang beramal sholeh
Maka akan di hantarkan menuju surga-Nya
Tapi celakalah
Jika manusia yang kufur
Neraka akan menantinya.

_”Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya” (QS. ‘Abasa:34-37)_