
LIPUTANBOGOR.COM – Program revitalisasi Gelanggang Olahraga (GOR) Pajajaran yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat, termasuk kelompok pemuda dan organisasi kemasyarakatan. Salah satu dukungan datang dari Bogor Intelectual Network (BIN), yang menyatakan siap mengawal jalannya revitalisasi hingga tuntas.
Dalam konferensi pers yang digelar di Bogor, Sabtu malam (16/8/2025), perwakilan BIN, Mahlil Harahap dan Rianto Simanjuntak, menegaskan bahwa pihaknya melihat revitalisasi GOR Pajajaran sebagai program strategis yang penting bagi kepentingan masyarakat luas.
“Revitalisasi GOR Pajajaran merupakan langkah tepat dari Pemkot Bogor untuk membangun sarana olahraga yang representatif. Sayangnya, masih ada segelintir pihak yang terkesan tidak menyukai atau bahkan berusaha mengganggu proses revitalisasi ini,” ujar Mahlil di hadapan awak media, Sabtu Malam (16/8).
Mahlil menambahkan, sebagai wadah yang beranggotakan praktisi hukum, aktivis, dan berbagai elemen masyarakat, BIN merasa terpanggil untuk mendukung penuh program tersebut.
“Kami berharap revitalisasi ini dapat mempercepat lahirnya atlet-atlet berbakat dari Kota Bogor di masa depan. GOR Pajajaran bukan hanya sekadar bangunan, melainkan pusat pembinaan olahraga bagi generasi muda,” jelasnya.
Sementara itu, Rianto Simanjuntak menekankan bahwa BIN sejak awal konsisten mengawal setiap kebijakan Pemkot Bogor, termasuk proses revitalisasi GOR Pajajaran.
Menurutnya, keberadaan GOR yang modern dan layak akan menjadi modal penting bagi Kota Bogor yang akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat pada 2026 mendatang.
“Dengan adanya revitalisasi GOR Pajajaran, Kota Bogor akan memiliki fasilitas olahraga yang mampu mendukung pembinaan atlet sekaligus mengangkat citra daerah. Ini sangat relevan dengan persiapan Porprov 2026,” ungkap Rianto.
Lebih jauh, ia mengingatkan agar pihak-pihak yang menolak atau mencoba menghambat proyek revitalisasi tidak hanya merugikan Pemkot Bogor, melainkan juga masyarakat secara keseluruhan.
“Jika program ini diganggu, berarti sama saja menghambat kepentingan publik. Itu sebabnya, kami meminta Pemkot untuk tegas dalam menjalankan regulasi yang sudah ditetapkan. Jangan sampai kepentingan masyarakat kalah oleh segelintir pihak yang hanya mengejar keuntungan pribadi,” tegasnya.
BIN juga memastikan akan terus memantau jalannya proses revitalisasi ini hingga selesai, agar hasil yang dicapai sesuai dengan tujuan awal yakni menghadirkan fasilitas olahraga yang bermanfaat luas bagi masyarakat Kota Bogor.(D2N)




