Beranda News Bogor Raya

Bogor Street Festival 2026: Harmoni Akulturasi Cap Go Meh dan Napas Ramadan di Suryakencana

LIPUTANBOGOR.COM – Festival Cap Go Meh kembali hadir di sepanjang kawasan Jalan Suryakencana, Kota Bogor, dengan mengusung tema Harmony in Diversity. Perhelatan budaya tahunan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 Maret 2026, dan diproyeksikan menjadi magnet wisata sekaligus ruang kebersamaan lintas budaya dan spiritual.

Ketua Bogor Street Festival Cap Go Meh, Arifin Himawan, menjelaskan bahwa rangkaian acara tahun ini dikemas dalam konsep pasar malam tempo dulu dengan menonjolkan tiga unsur utama. “Satu tentang suasana Imlek, kedua kopi legendaris, dan ketiga suasana bulan suci Ramadan,” ujar Arifin kepada wartawan, Rabu (25/2/2026).

Menurutnya, momentum perayaan Cap Go Meh yang beriringan dengan bulan suci Ramadan menjadi kekuatan utama festival tahun ini. “Cap Go Meh bicara soal kebudayaan, sedangkan Ramadan bicara soal spiritual. Keduanya bertemu dalam harmoni kebersamaan, sesuai tema Harmony in Diversity,” tuturnya.

Baca:  Polres Bogor Laksanakan Bakti Sosial Pembagian Beras dan Paket Sembako

Rute festival akan dimulai dari Jalan Suryakencana menuju Gang Aut, dilanjutkan masuk ke Pasar Cumpok, keluar melalui Gang Besi atau Bintang Tiga, kemudian kembali ke Jalan Suryakencana. Penataan rute ini dilakukan untuk memastikan kelancaran arus pengunjung serta kenyamanan pedagang dan pelaku UMKM di sepanjang lokasi kegiatan.

Arifin menambahkan, seluruh rangkaian pertunjukan akan dilaksanakan setelah salat tarawih dengan durasi sekitar dua jam. “Acaranya tidak bisa terlalu panjang dan terlalu lama, karena kita melaksanakan kegiatan ini setelah salat tarawih selesai. Waktu yang tersedia kita harapkan sekitar dua jam,” jelasnya.

Pembatasan waktu tersebut berdampak pada seleksi pengisi acara yang diprioritaskan berasal dari Kota Bogor. “Prioritas kita adalah yang dari Kota Bogor, termasuk sanggar budaya, barongsai, dan liong. Banyak dari luar kota berharap bisa ikut terlibat, tapi mohon maaf belum bisa kita akomodir semuanya,” ucap Arifin.

Baca:  Koin Hijau dari Bogor: Ubah Sampah Jadi Energi Listrik demi Ketahanan Lingkungan Perkotaan

Meski demikian, panitia berharap kehadiran festival ini tetap memberi manfaat besar bagi pelaku UMKM dan pedagang di sepanjang Jalan Suryakencana. “Mudah-mudahan UMKM yang berada di lokasi mendapatkan manfaat secara maksimal, karena ini juga sangat ditunggu masyarakat dan para pedagang,” katanya.

Selain festival budaya, Street Fest Cap Go Meh juga akan kembali menggelar kegiatan sosial berupa buka puasa bersama (bukber). Pada Minggu, 1 Maret 2026, panitia akan mengadakan buka puasa bersama 400 anak yatim. “Ini sudah menjadi agenda rutin dan tahun ini memasuki tahun ke-11. Tentunya ini bagian dari kehidupan kita bermasyarakat dan bersosialisasi dengan masyarakat luas,” ujar Arifin.

Baca:  Kanwil KUMHAM Jawa Barat melaksanakan Upacara dari Kota Banjar

Tak hanya itu, pada 8 Maret 2026, panitia juga menjadwalkan buka puasa bersama 200 anak difabel yang akan dipusatkan di Vihara Dhanagun, Kota Bogor. “Tanggal 8 nanti kita akan ada buka puasa dengan 200 anak difabel. Ini yang selalu kita lakukan setiap tahun,” katanya.

Terkait pengaturan parkir, Arifin menyebutkan sejumlah titik yang dapat dimanfaatkan pengunjung, antara lain di area depan vihara, sepanjang Jalan Otto Iskandardinata (Otista), Mal BTM, serta Mal Botani Square. “Untuk parkir kendaraan, yang terdekat bisa di Mal BTM karena kita ada kerja sama. Alternatif lainnya di Botani Square dan sepanjang Otista,” pungkasnya.

Dengan konsep budaya, spiritual, dan sosial yang terintegrasi, Festival Cap Go Meh 2026 diharapkan mampu memperkuat citra Kota Bogor sebagai kota toleran, inklusif, dan kaya tradisi.(Heri)