Beranda Sastra & Budaya

Dari sekedar Hobi, Pengrajin Kujang ini Dilirik Wisatawan Asing

LIPUTANBOGOR.COM – Kujang merupakan sebuah senjata unik dari dari daerah Jawa Barat. Kujang mulai dibuat sekitar abad ke-8 atau ke-9, terbuat dari besi, baja, dan bahan pamor.

Di daerah Bogor tersapat Galeri kujang padjajaran, galeri ini berada di jalan Parung Banteng, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

Kerajinan kujang yang drintis oleh Wahyu Affandi, pria keliharian Bogor ini menarik wisatawan asing untuk berkunjung. Dia memulainya pada tahun 2005 lalu, namun sebelumnya Wahyu sudah membuat kerajinan kujang dari tahun 1995 yang merupakan hobinya dalam membuat karya kujang. Barulah pada tahun 2005 sudah memulai menjual kerajinannya yang berupa kujang atau ageman.

Abdilah Darma Buana, anak pertama Wahyu Affandi menuturkan “Di dirikan tahun 2005, sebelum Abah sudah buat kujang dari tahun 1995 hanya sekedar hobi, tapi pada saat 2005 sudah mulai menjual dan dikomersilkan kujangnya, ada yang berupa pusaka atau ageman, khusus perorangan juga ada untuk cendramata, seperti plakat, aksesoris dan gantungan kunci, seperti itu.”

Baca:  Band Asal Bogor ini Berenergi Monster Legendaris Kraken

Seiring berjalannya waktu Wahyu konsisten dalam berkaya kerajinan kujang hingga membuat begitu banyak bentuk dan ukuran yang dibuatnya “Pertama si Abah itu mempunyai jiwa seni yang tinggi, sebelumnya bisa membuat apa saja sebelum membuat kujang, dan kecintaannya terhadap budaya sunda, kujang salah satunya dan dipresentasikan terhadap kujang ini”.

Karena selalu berusaha dan konsisten akan hobi yang disukainya Wahyu mendapat dukungan penuh dari keluarga untuk menjadikan kediamannya sebagai galeri kujang untuk dipamerkan kepada masyarakat, bahkah keluarganya juga turut andil dalam menjual hasil kerajinan karyanya “Secara tidak langsung ini Abah yang mendirikan juga keluarga ikut andil disini, Ibu, anak-anaknya, sodara-sodara, juga saya sendiri ikut andil. Tentunya ada bagian-bagian masing-masing, contohnya saya ada digaleri ini, ada yang dibengkel yang bagian produksi, trus abah sendiri yang masih nempah kujang, ibu bagian pemasaran dan lain-lain gitu, tapi itu fleksibel,” ujar Abdilah.

Baca:  Pergumulan dalam Batin

Hasil kerja kerasnya pun mengundang banyak wisatawan asing berkunjung ke galerinya dan juga mendapat banyak penghargaan dari pemerintah daerah, “Ada beberapa kali dari disparbud, sempat dapat penghargaan tahun 2018 itu dari Gubernur, andil dari pemerintah jadi ngangkat kita, sebelum pandemi banyak yang dateng, dari Amerika pernah, Malaysia pernah berkunjung dan minta dibuatkan selalu.”

Abdilah sebagai penerus berpesan kepada para pemuda untuk bisa mejaga dan melestarikan kesenian kujang ini, iapun meminta kepada para Pemerintah untuk bisa memperhatikan dan memberikan solusi kepada aktivisi budaya “Bukan hanya kujang ya kalo untuk Pemerintah, bisa dari aktivis atau seluruh orang-orang yang berkegiatan dengan seninya harusnya lebih diperhatikan, karena seni membutuhkan apresiasi nya, kalo barangnya tidak terjual bisa bisa ekonominya hancur, harusnya diperhatikan lagi, diangkat lagi, mungkin pemerintah punya solusinya untuk menangani situasi ini. Kudu ngamomole budaya sunda dari sekarang ti ayeuna kudu ngamomole budaya sunda, tong sampe ka leungiteun, tong nepikeun teu ka apal nanaon, simbol naon budaya urang, naon jati diri urang. Amun eta semua ga kita perhatiin ya lama-lama tergerus ku budaya barat atau budaya luar”. (Nurul Prayuda/Erlangga Firmansyah)