Beranda News Bogor Raya

Diduga Tipu Mitra MBG Miliaran Rupiah, Ridwan Arief Digerebek di Kos-kosan Cibuluh

Ridwan Arief, terduga pelaku penipuan investasi bermodus kemitraan Mitra Bisnis Makanan Bergizi Gratis (MBG) berakhir dramatis. Ia digerebek oleh para korban yang didampingi pengurus RT serta aparat keamanan di Kos-kosan Chevron, RT 004/RW 002, Kelurahan Cibuluh, Kota Bogor, pada Rabu (26/3/2026).

LIPUTANBOGOR.COM – Pelarian Ridwan Arief, terduga pelaku penipuan investasi bermodus kemitraan Mitra Bisnis Makanan Bergizi Gratis (MBG) berakhir dramatis. Ia digerebek oleh para korban yang didampingi pengurus RT serta aparat keamanan di Kos-kosan Chevron, RT 004/RW 002, Kelurahan Cibuluh, Kota Bogor, pada Rabu (26/3/2026).

Penggerebekan tersebut melibatkan Ketua RT setempat, Bhabinkamtibmas (Bimas), dan Babinsa untuk mengantisipasi amuk massa. Saat pintu kamar dibuka, Ridwan kedapatan sedang bersama seorang wanita yang diduga sebagai pasangan luar nikahnya.

Guna menghindari tindakan main hakim sendiri, aparat segera mengamankan terduga pelaku ke rumah Ketua RT 04 untuk menjalani interogasi awal.

​Ketua RT 004 RW 002 Kelurahan Cibuluh, Qodar, mengonfirmasi adanya pengamanan terhadap penghuni kos tersebut. Ia menjelaskan bahwa keberadaan pelaku terendus setelah para korban melakukan penelusuran mandiri menggunakan bantuan teknologi pelacakan titik lokasi.

Baca:  Ramadan Penuh Berkah: FOSMA Centre Bogor Hadirkan Senyum Bagi Anak Yatim dan Tunanetra

“Penangkapan terduga pelaku ini diperoleh melalui penelusuran para korban dengan menggunakan teknologi, dan titiknya persis ada di lokasi ini (Cibuluh),” ujar Qodar di lokasi kejadian, Rabu (26/3).

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, Ridwan disinyalir kerap berpindah-pindah tempat persembunyian untuk mengelabui para korbannya.

“Pelaku sempat berpindah-pindah hotel di Bandung dan Kota Bogor. Diduga hasil dari menipunya digunakan untuk foya-foya di dunia malam hingga bermain perempuan,” tambah Qodar.

Modus yang dijalankan pelaku adalah menjanjikan keuntungan menggiurkan melalui skema investasi kemitraan MBG. Namun, alih-alih mendapatkan profit, dana modal yang disetorkan para korban justru raib. Total kerugian dari para korban yang hadir saat penggerebekan ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Baca:  Musyawarah Rayon KB FKPPI Bogor Tengah, F Nugraha Terpilih Jadi Ketua Rayon

​Salah satu korban yang enggan disebutkan identitasnya membeberkan kerugian besar yang dialaminya akibat rayuan maut pelaku.

“Saya pribadi mengalami kerugian hingga Rp900 juta. Modusnya sebagai mitra MBG, tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan. Total nominal yang sudah saya keluarkan mencapai Rp1,2 miliar, di mana Rp300 jutanya sempat dialokasikan untuk bangunan SPPG,” ungkap korban tersebut dengan nada kecewa.

Tak hanya itu, korban lain juga mengaku telah menyetorkan uang sebesar Rp800 juta kepada Ridwan Arief dengan harapan investasi tersebut membuahkan hasil, namun kenyataannya nol besar.

Baca:  Penghapusan Denda PBB Diperpanjang Sampai 24 Desember 2021

​Kasus ini diyakini merupakan fenomena gunung es. Pihak pengurus wilayah dan aparat mensinyalir masih banyak korban lain yang belum berani bersuara atau melapor secara resmi ke pihak berwajib.

“Melihat skema yang dijalankan, kami menduga korbannya bukan hanya yang datang hari ini. Kemungkinan besar masih banyak korban lain yang terjebak dengan nilai kerugian yang bervariasi,” tutur salah seorang pengurus RT.

Usai menjalani interogasi di lingkungan RT, terduga pelaku Ridwan Arief langsung dibawa oleh para korban untuk diproses hukum lebih lanjut. Ia terancam dijerat pasal penipuan dan penggelapan. (D2N)