LIPUTANBOGOR.COM – Ketegangan ribuan sopir angkutan kota (angkot) yang menggelar aksi unjuk rasa di seputaran Balai Kota Bogor mendadak cair pada Kamis (22/1/2026).
Suasana berubah menjadi lebih humanis saat Kapolresta Bogor Kota, Kombes Rio Wahyu Anggoro, bersama Dandim 0606/Kota Bogor melakukan aksi simpatik dengan memborong dagangan pedagang kaki lima di lokasi aksi.
Pantauan di lapangan menunjukkan Kombes Rio dan Dandim menghampiri satu per satu pedagang mulai dari penjual tahu goreng hingga kopi keliling (starling).

Tanpa sekat, aparat kepolisian dan TNI ini membagikan makanan serta minuman hangat tersebut secara gratis kepada para sopir yang sedang beristirahat di sela-sela penyampaian aspirasi.
Kapolresta Bogor Kota menyampaikan, bahwa langkah ini merupakan bentuk empati untuk menjaga situasi agar tetap kondusif.
Ia menekankan bahwa meski massa sedang berdemonstrasi, kebutuhan dasar seperti makan dan minum tetap menjadi prioritas kemanusiaan yang diperhatikan petugas.
“Kami ingin memastikan kegiatan ini berjalan aman dan tertib. Dengan berbagi makanan dan kopi, kami berharap komunikasi tetap terjaga baik guna menghindari gesekan akibat kelelahan atau emosi di lapangan,” ujar Kombes Rio Wahyu Anggoro saat memantau massa kepada media.
Lebih lanjut, Kapolresta menjelaskan bahwa tindakan memborong dagangan ini juga bertujuan membantu pedagang kecil yang terdampak penutupan jalan di area demonstrasi.
Menurutnya, kehadiran Polri bukan sekadar pengamanan fisik, melainkan juga pelayanan masyarakat yang mengedepankan sisi humanis melalui pendekatan persuasif.
Pihak kepolisian berkomitmen mengawal aksi hingga tuntas dan memastikan ruang dialog antara sopir angkot dengan pemerintah tetap terbuka.
Kombes Rio menambahkan bahwa dirinya bersyukur aksi berjalan sangat baik berkat dukungan dari Dandim serta jajaran Brimob dengan total personel mencapai 780 orang.
“Alhamdulillah, demo berjalan sangat baik. Saya dibantu Pak Dandim dan Brimob melihat mereka menyampaikan aspirasi secara tertib. Kami sudah siapkan semuanya, dan bisa dilihat tadi tidak ada pengalihan arus lalu lintas karena semua berjalan lancar,” jelas Kapolresta.
Ia juga mengapresiasi komitmen para sopir angkot yang menepati janji untuk tetap tertib selama aksi berlangsung. Sebagai upaya menjaga kelancaran publik, petugas mengarahkan massa agar tidak tumpah ke badan jalan sehingga arus lalu lintas di kawasan Jalan Juanda tetap bisa dilintasi kendaraan lain tanpa hambatan berarti.
Aksi borong dagangan ini terbukti efektif meredam tensi massa. Para sopir yang semula berorasi lantang, tampak menyambut hangat pemberian tersebut dan duduk tenang menikmati hidangan di bawah pengawalan ketat namun tetap humanis dari jajaran Polresta Bogor Kota.(D2N)





