PADANG,LIPUTANBOGOR.COM – Ketua DPP Barisan Muda Al Ittihadiyah Moh Ahbab Hasbi Ashidiqi mendukung konversi Bank Nagari milik provinsi Sumatera Barat menjadi Bank Nagari Syariah.
Minangkabau punya falsafah budaya Adaik Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah merupakan salah satu filosofi hidup yang dipegang masyarakat dengan menjadikan Islam sebagai landasan utama tata pola perilaku dalam nilai-nilai kehidupan.
“Minang Sumbar satu-satunya yang punya komitmen adat ini. Tidak boleh mundur untuk konversi Bank Nagari menjadi perbankan syariah,”
Ia melanjutkan, salah satu hikmah Covid-19 adalah menjadikan momentum kebangkitan ekonomi syariah.
Wali Kota Padang, Hendri Septa mengatakan, sudah sejak 2019 proses konversi Bank Nagari menjadi perbankan syariah, namun saat ini baru 46 persen yang terlaksana.
“Sekarang deadlock (buntu) soal pembahasan ini. Hanya ada dua daerah yang mendukung konversi yakni Padang dan Bukittinggi,” ungkap Hendri.
Wali Kota Padang itu menyampaikan, harusnya Sumatera Barat yang pertama mengkonversi perbankan syariah, bukan Aceh atau Nusa Tenggara Barat. Pihaknya kini sedang menyusun strategi untuk pembentukan tim diisi oleh yang punya niat dan komitmen untuk menjadikan Bank Nagari menjadi perbankan syariah.
“Tak ada jalan lain selain people power. Maka bantulah sahabat kami sekalian agar Sumatera Barat punya bank syariah sendiri,” harapnya.
“Sebuah daerah yang memiliki falsafah Adaik Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (adat bersendikan syariat, syariat bersendi Kitabullah). Saya sampaikan ini tidak politis, ini Minang,” pungkasnya.( D2N )





