LIPUTANBOGOR.COM – Terkait simpang siur pemberitaan dugaan ijazah palsu yang dipakai jajaran Direksi Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor dengan inisial RR, pihak IPB University memberikan klarifikasi sekaligus membantah adanya dugaan ijazah palsu tersebut.
Yatri Indah Kusumastuti Kepala Biro Komunikasi IPB University menjelaskan kepada media seperti yang dilansir dari Ceklissatu, ijazah palsu yang didugakan tidaklah benar. Pasalnya, yang bersangkutan alias RR sudah terdaftar di IPB sebagai mahasiswa lulusan S1 tahun 2002 dan S2 tahun 2005.
“Kemungkinan yang bersangkutan lulusan lama, karena pada saat itu belum ada kewajiban data masuk PDDIKTI. Jadi jika ada orang yang cek ke PDDIKTI maka tidak ada datanya,”ungkapnya, melalui via Watshapp, Jumat (11/03/2022) seperti yang dilangsir dari media ceklissatu.com.
Yatri mengatakan, RR pernah mengajukan surat keterangan keabsahan ijazah S1 dan S2, dan sudah mendapat balasan dari Direktorat Administrasi Pendidikan dan PMB.
“RR adalah lulusan lama, S1 tahun 2002 dan S2 tahun 2005, jadi belum tercantum di PDDIKTI. Namun, berdasarkan Surat Edaran (SE) Kemenristekdikti tahun 2017, untuk lulusan yang belum tercantum di PDDIKTI bisa dibuat surat keterangan dari PT nya,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Hukum dan HAM Setdakot Bogor, Alma Wiranta mengatakan, informasi tersebut perlu diklarikasi sebagai keterbukaan informasi publik, apalagi sudah ada klarifikasi
“Proses pemilihan Direksi Perumda Tirta Pakuan sangat ketat sampai dengan penelitian berupa fit dan profer test, tentunya perlu diklarifikasi hal ini sebagai keterbukaan informasi publik,” tulis Alma, saaat dimintai tanggapannya melalui pesan singkat whatsapp pada Kamis (10/3/22 ).
Usai lakukan aksinya terkait dugaan penggunaan ijazah palsu oleh Direksi Perumda Tirta Pakuan, media kembali mengkonfirmasi kepada Korlap Aksi dari Lira, Ridwan, terkait bantahan dari pihak IPB University dan termasuk Kabag Hukum Pemkot
“Terkait statement dari kami masih sama dengan yang awal ketika disampaikan dalam aksi, kalau ada pihak yang bilang tidak terdaftar di PDDIKTI saya kira keliru, karena kami sudah cek di PDDIKTI namanya terdaftar dan ada nama Universitas dan tahun lulusnya. Akan tetapi nomer ijazah nya ketika kami cek di Sivil Dikti yg muncul justru nama orang lain bukan nama beliau,” beber Ridwan melalui pesan Whatsapp pada Jum”at (11/3/22)
( D2N )





