Beranda News Bogor Raya

FK-GMNU nilai Rais Syuriyah Terpilih tidak adil dalam Konfercab Ulang

LIPUTANBOGOR.COM – Perhelatan Konfercab Ulang PCNU Kota Bogor dilaksanakan tanggal 13 September 2025, diwarnai dengan kekecewaan oleh Warga Nahdliyin Kota Bogor.

Forum Komunikasi Gerakan Muda NU Kota Bogor menyampaikan keprihatinan mendalam atas sikap Rais syuriyah terpilih dalam proses pemilihan ulang Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Bogor.

Menurut AD/ART NU Muktamar ke-34 BAB XVI Pasal 42 ayat (1), seorang Rais syuriyah dipilih dari kalangan ulama Ahlul Halli wal ‘Aqdi yang memenuhi syarat diantaranya adalah : mampu mengayomi jamaah dengan sikap adil dan bijaksana.

Baca:  Bogor Siap Tempur Lagi: 8 Medali di Bekasi Jadi Bekal Porprov Jabar 2026

Dengan demikian, Rais syuriyah idealnya menjadi sosok pengayom dan penuntun dengan kelembutan hati, bukan sebaliknya menimbulkan kesan tidak adil terhadap salah satu calon.

Peta suara konfercab ulang PCNU Kota Bogor diawali dengan perolehan suara yang cukup dinamis, dari total 6 suara MWCNU di Kota Bogor, MWCNU Kec Bogor Utara menjadi peninjau karena masalah mandat, MWCNU Bogor Selatan tidak hadir, MWCNU Bogor Tengah memilih Rommy Prasetya,

MWCNU Tanah Sareal Rommy Prasetya, MWCNU Bogor Barat Edi Nurohman kemudian MWCNU Bogor Timur Edi Nurohman.

Baca:  Sinergi Ramadan: Panin Dai-ichi Life dan HIPMI Kabupaten Bogor Perkuat Literasi Finansial Pengusaha Muda

Dengan hasil suara tersebut, Rais Syuriyah Terpilih memakai hak veto menggugurkan salah satu kandidat dengan alasan subjektif, dan menyampaikan Kritik Personal kepada Rommy Prasetya sehingga memilih Edi Nurohman.

FKGMNU menilai kritik yang dilontarkan lebih bersifat personal, padahal kepemimpinan NU seharusnya dijalankan dengan menjunjung tinggi prinsip tawasuth, tasamuh, tawazun, dan i’tidal sebagai warisan para pendahulu.

Sebaliknya, sikap yang melukai pribadi tertentu bukan hanya mencederai martabat individu, tetapi juga berpotensi mencoreng wajah organisasi di mata masyarakat, khususnya generasi muda.

Baca:  Viral Aksi Terpuji Pelajar Pembuka Jalan Mobil Damkar, Walikota Bogor Beri Hadiah Sepeda

“Tradisi pesantren dan NU sejak dulu selalu menekankan nilai akhlak mulia: kesabaran, kebijaksanaan, dan kemampuan mendidik dengan kasih sayang. Setiap kata seorang pemimpin spiritual mestinya menjadi penyejuk, bukan sebaliknya melukai, tegas Fahrizal Ketua FKGMNU Kota Bogor dalam pernyataan resminya.

Atas Hasil tersebut, Fahrizal meminta agar PBNU mengevaluasi kembali hasil Konfercab yang dinilai tidak mengedepankan asas Keadilan dan Kebijaksanaan.(D2N)