Beranda News Bogor Raya

FMP 2025 Angkat Kopi Legendaris Bogor: Warisan Rasa, Gerakan Ekonomi, Identitas Kota

Danrem 061/Sk, Brigjen TNI Faisol Izuddin Karimi dan Ketua Umum Festival Merah Putih 2025, Benyamin Mbooh saat minum salah satu kopi di Bogor dalam acara Festival Kopi Legendaris di Lapangan Sempur pada Sabtu, 23 Agustus 2025.

LIPUTANBOGOR.COM – Festival Merah Putih (FMP) 2025 menghadirkan sesuatu yang istimewa melalui Festival Kopi Legendaris Bogor, yang digelar pada Sabtu–Minggu, 23–24 Agustus 2025 di Lapangan Sempur, Kota Bogor.

Acara ini mempertemukan enam brand kopi legendaris yang telah menjadi bagian dari sejarah panjang perkopian di Bogor.

Enam kopi yang tampil adalah Kopi Bah Sipit yang telah berusia lebih dari 100 tahun, Kopi Nikmat, Kopi Teko, Keong Mas, Kopi Liong, dan Kopi Oplet. Keenamnya memiliki jejak sejarah, cita rasa khas, serta loyalitas penikmatnya yang tetap bertahan lintas generasi.

Festival Kopi Legendaris Bogor dibuka secara resmi oleh Danrem 061/Suryakancana, Brigjen TNI Faisol Izuddin Karimi, yang mengapresiasi penuh penyelenggaraan kegiatan ini.

Baca:  Menakar Popularitas dan Elektabilitas Calon Bupati Bogor

“Ide ini luar biasa. Awalnya festival direncanakan di Botani Square, namun dipindahkan ke Lapangan Sempur agar bisa lebih mudah diakses masyarakat luas. Harapannya, kopi Bogor bisa naik kelas, bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga dunia. Sejak dulu Bogor dikenal sebagai salah satu pengekspor kopi, sudah saatnya brand kopi Bogor kembali bangkit,” ungkap Faisol, Sabtu (23/8).

Sementara itu, Ketua Umum Festival Merah Putih 2025, Benyamin Mbooh, menegaskan bahwa festival ini lahir dari kepedulian untuk melestarikan eksistensi kopi legendaris Bogor.

Baca:  Festival Merah Putih 2025 Ditutup dengan Doa Bersama, Benyamin Mbooh: Persatuan Akan Selalu Menang

“Kami berangkat dari keyakinan sekaligus keprihatinan, karena kopi-kopi legendaris ini masih bertahan hingga sekarang, tetapi belum banyak dikenal luas. Dengan festival ini, kami ingin kopi Bogor bukan hanya eksis di tingkat lokal, tetapi juga masuk pasar nasional bahkan internasional. Selain itu, kami juga ingin Bogor dikenal sebagai Kota Kopi, mengingat sejarah panjang sejak abad ke-18 sebagai penghasil dan pengekspor kopi ke Eropa,” jelas Benyamin.

Lebih lanjut, ia berharap kopi Bogor dapat hadir di hotel-hotel, kedai kopi modern, hingga berbagai ruang publik. Hal ini diyakini akan memberi identitas kuat bagi Bogor sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Baca:  BRI Cisarua Mempermudah Layanan PIP dengan Fasilitas E-Buzz

“Kegiatan ini bukan hanya soal menjaga warisan kopi legendaris, tetapi juga sebagai gerakan ekonomi untuk UMKM. Kami berterima kasih kepada petani, pelaku usaha kopi, sponsor, hingga 42 tenaga penyelenggara yang terlibat. Tahun depan festival ini akan lebih besar, tidak hanya kopi, tapi juga makanan legendaris Bogor. Bahkan kami siap membawa festival ini ke kota lain di Indonesia,” tambahnya.

Festival Kopi Legendaris Bogor akan berlangsung selama dua hari, mulai pukul 07.00 hingga 22.00 WIB, dan diperkirakan akan menarik ribuan pengunjung yang ingin mencicipi kopi legendaris dalam suasana semarak Festival Merah Putih 2025.(D2NL