KOTABOGOR,LIPUTANBOGOR.COM – Umar Dani selaku Ketua Forum Ormas Bogor Bersatu ( FOBB ) Kota Bogor menyikapi terkait aksi yang dilakukan ratusan Budayawan dan Ormas dalam hal penolakan Glow Kebun Raya Bogor ( KRB ) yang dikelola oleh PT.Mitra Natura Raya ( MNR ) yang notabene sebagai pihak swasta.
“Pasca aksi didepan pintu masuk Kebun Raya Bogor beberapa waktu yang lalu, dan hari ini kami lanjutkan dengan mendatangi Balaikota Bogor dengan tuntutan yang sama yaitu penolakan Glow KRB yang dikelola oleh pihak swasta,” ungkap Umar Dani yang menjabat sebagai Ketua DPC BBRP Kota Bogor pada Rabu ( 13/10/21 ).
Menurutnya, alhamdulilah aksi ini bisa berjalan dengan lancar, tertib, kondusif, serta tetap menjaga prokes covidnya.
“Kami diterima oleh Pemangku kebijakan dari pihak Pemkot Bogor, dan hari ini kami diterima dengan baik oleh Kang Dedie A Rachim selaku Wakil Walikota Bogor. Dan beliau berjanji akan menindaklanjuti tuntutan dari para budayawan dan rekan-rekan ormas yang tergabung dalam FOBB Kota Bogor kepada pihak Badan Riset dan Inovasi Nasional ( BRIN ) termasuk kepada PT.MNR,” ungkapnya.
Lebih lanjut Umar Dani menambahkan, point penting yang disuarakan mulai didepan pintu masuk KRB dan Balaikota Bogor yaitu penolakan wisata malam di KRB yang dikelola oleh pihak swasta.
“Kami menolak keras alih pungsi KRB, kembalikan fungsinya seperti semula nilai yaitu sebagai Pusat Kabuyutan suku Sunda, konservasi keanekaragaman hayati, konservasi Cagar Budaya, Penelitian, Pendidikan, Wisata Ilmiah, dan Jasa Lingkungan,” tandasnya.
Dalam aksi ini, tampak hadir ratusan perwakilan gabungan ormas yang berada dibawah naungan FOBB, seperti PP, BBRP, PPM, Lapbas, KPMP, LMPI, Gibas, FKPPI, KPMP, AMS dan PSI, kegiatan aksi ini pun bisa kondusif dan berjalan lancar sampai akhir acara yang diselingi dengan pementahan kesenian kasundaan.
( D2N )





