Beranda News Bogor Raya

Guru Madrasah Menagih Janji Kampanye Bupati Bogor

Liputan Bogor – Puluhan massa aksi dari Guru Madrasah (PGM) se-Kabupaten Bogor mendatangi kantor Bupati Bogor, Ade Yasin untuk menagih janji Kampanye pada tahun 2018 lalu, terkait bantuan untuk madrasah.

“Hari ini kami datang menangih janji yang pernah diberikan kepada kami guru madrasah,” ungkap salahsatu orator, Azwar Anas disela unjuk rasa, di Pemkab Bogor, Kamis (20/2/2020).

Sementara itu, salah satu Koordinator aksi, Abdul Azis Fadillah mengatakan, tujuan aksi para guru dan pengurus madrasah ini ingin meminta keterbukaan dari Bupati Bogor dan kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bogor terkait hibah senilai puluhan miliar rupiah untuk madrasah.

Baca:  Semangat Berbagi di Hari Raya, Masjid As-Salaf Cibogor Sembelih 2 Sapi dan 15 Kambing pada Iduladha 1447 H

“Karena bupati Bogor telah menghibahkan dana hibah senilai Rp. 38 miliar bagi madrasah se-Kabupaten Bogor dalam menjalankan program Bogor Cerdas dan Bogor Berkeadaban,” jelasnya.

Karenanya, saat ini pihaknya menuntut hak, karena sudah menunaikan kewajibannya dalam menyukseskan Ade Yasin menjadi orang nomor satu di Kabupaten Bogor pada Pilkada 2018 lalu.

Sumber dari LEAD.co.id melaporkan, usai melakukan orasi beberapa jam, peserta aksi unjuk rasa diterima oleh para Pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk beraudiensi.

Namun, Abdul mengaku kecewa karena tidak ada pejabat pemkab yang berkompeten untuk menemui. Karenanya, dia menyatakan lebih baik keluar dari ruangan audiensi ini.

Baca:  Lolos Verifikasi, PSI Kota Bogor Targetkan Lima Kursi di DPRD

“Bupati kemana, dan Wakil Bupati kemana, pak Sekda maupun anggota dewan pada kemana,” ujar Ketua Forum Alumni Madrasah se-Bogor Barat ini. (Red)