Beranda News

Hadirkan Sang Konseptor PAD: Kak Susi Yuliati Bedah Strategi ‘Urban Scouting’ di Kwarcab Jakarta Pusat

Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Jakarta Pusat menggelar Seminar Kajian Urban Scouting yang berlangsung khidmat di Kantor Walikota Jakarta Pusat, Minggu (25/1). 

LIPUTANBOGOR.COM – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Jakarta Pusat menggelar Seminar Kajian Urban Scouting yang berlangsung khidmat di Kantor Walikota Jakarta Pusat, Minggu (25/1).

Seminar ini menjadi semakin berbobot dengan hadirnya sosok inspiratif, Kak Susi Yuliati, yang bertindak sebagai Keynote Speaker.

​Kehadiran Kak Susi, yang kini menjabat sebagai Kapusdiklatcab Kota Bogor, merupakan momen istimewa bagi para peserta. Pasalnya, beliau adalah sosok penting di balik lahirnya Petunjuk Penyelenggaraan (Jukran) Gerakan Pramuka Nomor 047 Tahun 2018 tentang Pedoman Anggota Dewasa (PAD).

Aturan fundamental tersebut disusun saat beliau mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Kwarnas Bidang Pembinaan Anggota Dewasa.

Baca:  Polri Kembali Temukan 5 Jenazah Korban Longsor Cianjur

​Dalam paparannya di hadapan 37 peserta lintas daerah, Kak Susi mengupas tuntas filosofi serta implementasi Jukran tersebut dalam konteks kepramukaan perkotaan (Urban Scouting).

Ia menekankan bahwa anggota dewasa harus memiliki landasan yang kuat namun tetap dinamis dalam menghadapi tantangan zaman.

​“Jukran ini lahir untuk memperkuat peran anggota dewasa, bukan membatasi kreativitas. Terutama dalam Urban Scouting, fleksibilitas yang tertuang dalam Jukran 047 tahun 2018 ini sangat memungkinkan kita untuk berinovasi sesuai karakteristik masyarakat kota,” tegas Kak Susi saat memberikan materi.

Baca:  Sesuai Intruksi Presiden Tentang Perlindungan Pekerja Migran, Polresta Bogor Kota dan Instansi Terkait Lakukan Sidak ke PT BMCM

​Lebih lanjut, Kak Susi menjelaskan empat poin fundamental yang menjadi ruh dari aturan tersebut. Pertama, Jukran berfungsi sebagai pedoman pengembangan diri bagi anggota dewasa untuk menjalankan peran strategis organisasi. Kedua, adanya fleksibilitas prinsip yang memberikan rambu-rambu jelas namun tidak kaku, sehingga mudah diadaptasi di lapangan.

​Poin ketiga yang disampaikan adalah Jukran sebagai panduan pelaksanaan tugas yang presisi agar anggota dewasa dapat bekerja secara profesional.

Terakhir, ia menekankan sifat aturan yang dinamis dan adaptif, di mana evaluasi berkala wajib dilakukan agar tetap relevan dengan kondisi sosial dan teknologi.

Baca:  Berbuka Puasa Dengan Selera Asia, Favehotel Padjajaran Bogor Sajikan Asia Festive Delight

​Materi yang disampaikan tokoh senior Pramuka ini memberikan perspektif segar bagi para Pelatih Pembina Pramuka yang hadir.

Kak Susi secara tidak langsung menegaskan bahwa pembinaan di wilayah perkotaan seperti Jakarta Pusat harus dilakukan secara sistematis namun tetap terbuka terhadap perubahan lingkungan sosial.

​Seminar Kajian Urban Scouting ini diharapkan menjadi modal intelektual bagi jajaran pelatih di Jakarta Pusat.

Dengan pemahaman mendalam mengenai Jukran PAD, para pelatih diharapkan mampu menyusun kurikulum pembinaan yang lebih modern guna mendukung visi besar menuju Pramuka yang semakin berjaya di masa depan. (D2N)