Beranda News Pendidikan

Hebat! Guru SDIF Al Fikri Depok Terbitkan Buku Fikih Interaktif

M. Agus Yusron
M. Agus Yusron Guru di SDIF Al Fikri Kota Depok (Foto: Istimewa)

Depok – Buku Fikih Interaktif, sebuah buku yang ditulis oleh seorang Guru Al-Qur’an di  Sekolah Dasar Islam Fitrah (SDIF) Al Fikri Depok, yaitu M. Agus Yusron, MA. Selain mengajar di Al Fikri, ia juga sebagai dosen di STIQ Ar-Rahman Bogor, mengampu mata kuliah tafsir, fikih, ushul fikih, dan ilmu agama lainnya.

Kecintaannya pada ilmu agama tidak hanya diaplikasikan pada pengajaran dan pembelajaran, tetapi dituangkan dalam bentuk tulisan. Sudah banyak tulisannya yang dipublikasikan, baik dalam bentuk artikel, jurnal, ataupun buku yang sudah diterbitkan.

Buku terbaru yang diterbitkan M. Agus Yusron adalah “Fikih Interaktif; Diskusi Seputar Fikih Klasik-Kontemporer”. M. Agus Yusron menulisnya kurang lebih selama empat bulan. Buku Fikih Interaktif ini diterbitkan oleh Publica Institute Jakarta pada tanggal 22 Oktober 2021, bertepatan dengan Hari Santri Nasional.

M. Agus Yusron Guru Al-Qur’an di SDIF Al Fikri mengatakan, penulisan buku ini berdasarkan keresahan terhadap pesatnya perkembangan pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat, yang tidak dibarengi dengan pemahaman terhadap ilmu fikih, padahal ilmu fikih sifatnya fardhu ‘ain (wajib bagi setiap individu) untuk dipahami.

Baca:  Pengukuhan Pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) 2021-2024 Sekabupaten Bogor Berjalan Kondusif

“Kurangnya perhatian terhadap ilmu fikih berakibat pada banyaknya kesalahan dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an, atau kurang sempurnanya dalam melaksanakan ibadah lainnya,” ujar Agus Yusron sebagaiman dilansir Depoknetwork.com.

Yusron panggilan akrabnya menambahkan, buku-buku fikih yang tersedia umumnya terkesan berat dan sulit untuk dipahami, belum lagi dengan istilah-istilah fikih dan bahasa yang bertele-tele.

“Masyarakat umumnya malas membaca, apalagi generasi milenial yang suka dengan hal instan, mudah dipahami dan tidak membosankan,” jelasnya.

Dia melanjutkan, kalaupun ada yang ringkas dan dengan bahasa sederhana, tetapi tidak dibarengi dengan dalil atau sumber yang akurat dan terpercaya, sehingga bagi sebagian masyarakat pemula yang ingin mendapatkan ilmu fikih dengan dilengkapi dalil, belum tercerahkan dan terpuaskan.

Baca:  Peduli Generasi Bangsa, Ini dia Kegiatan KB FKPPI Kramat Jati dan Rayon Cipayung

Menurut Yusron, atas dasar itulah, buku “Fikih Interaktif; Diskusi Seputar Fikih Klasik-Kontemporer” disusun dengan kemasan kekinian, memudahkan, bahasa sederhana, tetapi dilengkapi dengan dalil yang akurat berdasarkan Al-Qur’an, Hadis, dan kitab-kitab terbaik dari ulama fikih klasik-kontemporer, sehingga layak dibaca oleh semua kalangan dan mencerahkan.

“Buku ini ditulis dalam bentuk tanya jawab, sehingga pembaca tidak harus membaca satu bab secara utuh, cukup mencari permasalahan yang sedang dihadapi atau ingin ditemukan jawabannya,” ungkapnya.

Dalam buku tersebut terdapat 478 pertanyaan dalam buku ini, yang membahas seputar “Fikih, mazhab, thaharah, dan shalat”, semua bab tersebut dikupas tuntas, lengkap dengan dalilnya.

Yusron juga mengungkapkan bahwa banyaknya pertanyaan dan jawaban dalam buku ini membuat pembahasan fikih masih sangat terbatas.

“Insya Allah tema lainnya akan dibahas pada buku Fikih Interaktif seri kedua”, kata dia.

Pertanyaan dalam buku ini berdasarkan pengalaman Yusron dalam mengajar ilmu agama, baik dari tingkat siswa, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

Baca:  Pesta Perak Kompra 2025: Meriahkan 25 Tahun Pramuka Berkualitas

“Berdasarkan pengalaman, saya mendapatkan pertanyaan-pertanyaan yang sederhana, aneh, unik, sampai pertanyaan yang sulit, yang sering terjadi di tengah-tengah masyarakat, tetapi kadang malu untuk ditanyakan,” kata Yusron.

Dia berharap, buku “Fikih Interaktif” ini menjadi salah satu rujukan masyarakat untuk mendalami ilmu fikih, sehingga masyarakat paham cara ibadah yang benar.

Perlu diketahui, buku yang diterbitkan M. Agus Yusron diapresiasi oleh banyak kalangan, diantaranya berupa pengantar dari Prof. Dr. KH. Said Agil Husin Al Munawar, MA (Guru Besar Fikih dan Ushul Fikih) dan TGB. Dr. Muhammad Zainul Majdi, MA (Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar Cabang Indonesia), serta beberapa testimoni dari tokoh MUI, NU, Muhammadiyah, NWDI, dan beberapa tokoh lainnya, serta masyarakat umum yang sudah memiliki dan membaca buku ini. (Amir)