Beranda Komunitas

HIMA BKPI UIKA Gelar “Street Counseling” untuk Dorong Kesadaran Kesehatan Mental Mahasiswa

LIPUTANBOGOR.COM – Dalam rangka meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental di lingkungan kampus, Himpunan Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (HIMA BKPI) Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor menggelar kegiatan bertajuk “Street Counseling: Mental Issues di Sekitarmu” pada Jumat, 24 Mei 2025, di area kampus UIKA.

Kegiatan ini bertujuan untuk menghadirkan layanan konseling secara langsung kepada mahasiswa melalui pendekatan yang santai dan terbuka. Selain itu, program ini juga menjadi upaya membongkar stigma negatif yang masih melekat terhadap layanan bimbingan dan konseling.

Sejak pagi, stan konseling yang dirancang sederhana namun ramah berhasil menarik perhatian pengunjung kampus. Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam yang tergabung dalam HIMA BKPI bertugas sebagai peer counselor (konselor sebaya) yang telah dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar konseling. Mereka melayani mahasiswa yang ingin berbagi cerita, berdiskusi mengenai masalah pribadi, akademik, relasi sosial, maupun kondisi kesehatan mental lainnya.

Baca:  Eratkan Tali Silaturahmi, Paguyuban Batacigor Gelar Halal Bi Halal di Ecowisata Situ Gede Cifor

Beberapa topik yang muncul dalam sesi konseling antara lain stres akibat tuntutan akademik, kecemasan menghadapi masa depan, perasaan rendah diri, perilaku menyakiti diri sendiri (self-harm), hingga gangguan tidur. Para peer counselor memberikan dukungan emosional dalam suasana yang aman dan tanpa menghakimi, serta menawarkan langkah-langkah awal untuk mengelola emosi dan memperbaiki kondisi mental.

Ketua pelaksana kegiatan, Najmah Shalihah, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kepedulian terhadap mahasiswa yang mungkin merasa kesulitan mengakses layanan kesehatan mental formal.

“Kegiatan ini lahir dari kesadaran akan pentingnya mendekatkan layanan konseling kepada mahasiswa, terutama bagi mereka yang rentan atau belum memiliki keberanian untuk datang langsung ke layanan profesional,” ujarnya.

Baca:  Lawan Stigma, Potads Bogor Tunjukkan Kekuatan Anak Down Syndrome

Pihak kampus melalui Program Studi BKPI dan fakultas menyambut baik inisiatif ini. Dosen pembimbing HIMA BKPI turut mengapresiasi antusiasme mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang telah dipelajari ke dalam aksi nyata yang bermanfaat bagi sesama.

Meskipun jumlah mahasiswa yang melakukan konseling secara langsung masih terbatas, minat terhadap stan Street Counseling cukup tinggi. Banyak mahasiswa yang mampir untuk bertanya seputar layanan konseling dan menggali informasi lebih lanjut.

Hal ini menjadi indikator positif bahwa kesadaran terhadap pentingnya kesehatan mental mulai tumbuh di kalangan mahasiswa, meskipun sebagian masih ragu untuk melakukan konsultasi.

Baca:  Kisah di Balik Aksi Sosial Dadang Sanjaya: Pernah Hidup Sulit, Kini Awali Tahun Baru Hijriah dengan Memuliakan Yatim

“Kami menyadari, masih banyak yang merasa malu atau takut untuk konseling. Namun lewat kegiatan ini, setidaknya mereka mulai terbuka dan memahami bahwa konseling bukan hanya untuk mereka yang ‘bermasalah’, tetapi untuk siapa saja yang butuh ruang aman untuk bercerita,” ungkap salah satu panitia.

Kegiatan ini menjadi langkah awal yang sederhana namun bermakna dalam membangun budaya help-seeking behavior di kalangan mahasiswa. HIMA BKPI berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dalam bentuk diskusi terbuka, pelatihan lanjutan bagi peer counselor, hingga kolaborasi dengan konselor profesional.

Dengan semangat empati dan edukasi, Street Counseling menunjukkan bahwa menciptakan kampus yang sehat secara mental dimulai dari keberanian untuk hadir, mendengar, dan menyapa.