Beranda News Pendidikan

IPB University Lakukan Analisis Kandungan Residu Pestisida Beras Produksi Kelurahan Mulyaharja

LIPUTANBOGOR.COM –

Terpenuhinya bahan pangan pokok seperti beras bagi penduduk Indonesia menjadi perhatian utama saat ini.

“Namun demikian pemenuhan kebutuhan pangan tidak hanya semata-mata dari segi kuantitas, kualitas pun harus terjaga”, ujar Dr. Farida Laila, Ketua Program Studi Analisis Kimia Sekolah Vokasi IPB.

Salah satu penghasil beras di Kota Bogor adalah Kelurahan Mulyaharja. Berbagai jenis varietas padi ditanam di daerah ini seperti Inpari, pandan wangi, Sintanur, Srinuk, dan lainnya. Agro Edu Wisata Organik (AEWO), sebagai salah satu penghasil beras di wilayah Mulyaharja berhasil panen raya pada bulan Desember 2023 yang lalu dan masih tetap produktif hingga saat ini.

Baca:  Hari Ini SMPN 11 Kota Bogor Mulai Laksanakan PPDB Online Tahap 1 Jalur Afirmasi

Dalam rangka Program Pengabdian Msyarakat Terpusat dan Terpadu, Sekolah Vokasi IPB memastikan keamanan beras produksi Kelurahan Mulyaharja, melalui Prodi Analisis Kimia melakukan pengambilan sampel terhadap 4 jenis beras produksi Mulyaharja. Termasuk satu sampel beras dari AEWO Mulyaharja yang diklaim “Beras Sehat” karena tidak sama sekali menggunakan pestisida walaupun masih menggunakan pupuk kimia.

“Beras yang telah diambil sampel ini kemudian dianalisis secara kimia uji kadar residu sesuai bahan aktifnya di laboratorium” ungkap Farida. Menurut Farida, kadar residu pestisida pada beras dikatakan aman konsumsi jika masih dibawah ambang batas nilai Batas Maksimum Residu (BMR).

Baca:  Dinas Pendidikan Kota Bogor Gelar Bimtek untuk Tenaga Administrasi SD dan SMP Se-Kota Bogor

Proses pengujian kadar residu pestisida di Laboratorium tentunya harus didukung oleh analis yang kompeten dan juga instrumen yang canggih seperti High Performance Liquid Chromatography (HPLC), Gas Chromatography (GC) MS-MS dan Liquid Chromatography (LC) MS-MS. Khusus untuk instrumen GCMS-MS dan LCMS-MS sangat mendukung dalam uji beras karena dapat melakukan screening untuk 100 jenis bahan aktif pestisida dalam sekali running,” tambah Farida.

Hasil analisis menunjukkan bahwa ke empat sampel beras asal Mulyaharja, termasuk beras sehat produksi AEWO dinyatakan aman dikonsumsi karena hasil skrining menunjukkan sebanyak tiga ratus jenis residu pestisida tidak terdeteksi pada ke empat sampel beras.

Baca:  Kantor Disdik Kota Bogor Digerudug Wali Murid At-Taufiq

Aneng, Ketua Kelompok Tani Lemah Duhur, merasa senang mengetahui hasil analisis beras produksi mereka terbukti bebas pestisida. “Kami dari KTD Lemah Duhur sangat bersyukur, IPB membantu melakukan analisis pestisida ini. Semoga hasil uji ini semakin dapat meningkatkan rasa percaya konsumen terhadap beras kami.”

Melalui kegiatan pengabdian Masyarakat ini, secara tidak langsung, IPB telah ikut menjaga kualitas dan keamanan beras yang diproduksi oleh Kelurahan Mulyaharja. Menjaga serta meningkatkan kualitas pangan harus menjadi perhatian utamaberbagai pihak, termasuk IPB sebagai lembaga Pendidikan.