Beranda News Bogor Raya

Jaga Keberagaman, Pimpinan Umat Katolik Ajak Masyarakat Bukber di Katedral Bogor

LIPUTANBOGOR.COM – Guna menjaga keberagaman antar beragama di bulan Ramadan, umat katolik di Kota Bogor mengajak elemen masyarakat berbuka puasa bersama (bukber) di Aula Keuskupan Gereja Katedral Bogor, Jalan Kapten Musliha, Senin (21/5/2019).

Dalam bukber ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim dan Ketua MUI Kota Bogor KH Mustofa Abdullah bin Nuh, serta pemuka agama lainnya dan juga Ketua GP Ansor Kota Bogor, Rahmat Imron Hidayat.

Ketua Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan Keuskupan Bogor Romo Hendro mengatakan, buka puasa bersama ini diinisiasi oleh umat katolik yakni umat dari Gereja Katedral Bogor. Selain itu, bukber ini juga merupakan kali kedua bagi pengurus gereja.

Baca:  Pramuka Kabupaten Bogor Bagikan 8000 Masker

“Bukber ini kami mengundang sejumlah elemen masyarakat, seperti pedagang kaki lima (PKL), tukang becak, satpam bank, berikut para muspida dan kelompok masyarakat, seperto Basolia dan GP Ansor Kota Bogor,” katanya.

Ia menjelaskan, kegiatan ini tujuannya untuk merajut silaturahmi dalam menjaga keberagaman umat di Kota Bogor. “Ini sebagai contoh untuk mempererat kebersamaan. Saya sampaikan tadi Kota  Bogor adalah dna kerukunan, makanya harus kita perjuangkan agar Kota Bogor bisa diteladani oleh kota kota lain,” jelasnya.

Sementara Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim yang hadir di bukber tersebut menyampaikan bahwa tanggal 22 Mei mendatang KPU RI akan mengumumkan hasil pemilihan presiden (pilpres).

Baca:  Diduga Depresi Karena Hutang, Seorang Mahasiswa Ditemukan Tewas Gantung Diri

Dalam pengumuman pilres tersebut, kata Dedie akan ada pergerakan massa yang akan berangkat ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasinya terkait hasil dari KPU RI. Untuk itu, Ia mengimbau kepada masyarakat Kota Bogor untuk selalu menjaga kondusifitas.

“Ada pesan dari kang Bima (Walikota Bogor), bahwa beberapa hari terakhir kami muspida berusaha keras untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan pada 22 Mei dalam rangka menetapkan hasil pilpres, supaya semuanya kondusif dan aman,” ungkapnya. (Heri)