Beranda News Bogor Raya

Kajian FEB Unpak: Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Berkontribusi Rp 1,94 Triliun untuk Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan

Tim kajian FEB Unpak Bogor dan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor usai melakukan press release hasil penelitiannya terhadap BUMD pada Rabu, 24 September 2025. (Dok : D2N).

LIPUTANBOGOR.COM – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pakuan (Unpak) merilis hasil penelitian terkait valuasi keberadaan BUMD penyedia layanan air bersih ini.

Kajian yang dipresentasikan di Ruang Seminar FEB Unpak pada Rabu (24/9) tersebut mengungkap bahwa Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor tidak hanya berkontribusi pada sektor bisnis, tetapi juga memberikan dampak besar pada aspek sosial dan lingkungan.

Tim Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpak Bogor saat menjelaskan kajian dan analisis tentang Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor pada Rabu, 25 September 2025.

Dekan FEB Universitas Pakuan, Towaf Totok Irawan dalam penjelasannya menyampaikan, hasil studi menunjukkan Total Economic Value (TEV) Tirta Pakuan mencapai Rp 1,94 triliun. Angka ini terdiri dari manfaat ekonomi sebesar Rp 496,22 miliar, manfaat sosial Rp 1,417 triliun, serta manfaat lingkungan Rp 26,56 miliar.

” Selain itu, Tirta Pakuan juga berkontribusi rata-rata Rp 103,54 miliar per tahun terhadap perekonomian wilayah melalui belanja pegawai dan setoran dividen ke Pendapatan Asli Daerah (PAD),” terang Towaf pada Rabu (24/9).

Kata Towaf, dari sisi kinerja keuangan, sebanyak 91,09 persen pendapatan Tirta Pakuan masih bersumber dari penjualan air. Namun, simulasi ideal pada tahun 2029 memproyeksikan cakupan layanan mendekati 100 persen, rasio pendapatan terhadap biaya mencapai 1,35, serta surplus air baku lebih dari 10 juta meter kubik per tahun.

Baca:  Perpisahan yang Hangat: PJ Walikota Bogor Berpamitan ke PWI Kota Bogor dan Berharap Sinergi Terus Terjaga

Selain itu menurutnya, riset ini merupakan hibah internal Fakultas Ekonomi yang dilaksanakan oleh tim peneliti FEB Unpak. Kajian dilakukan dengan menggunakan pendekatan Total Economic Value (TEV) untuk periode 2018/2019 hingga 2023/2024,” paparnya.

Metodologi mencakup tiga aspek utama:

Valuasi ekonomi: rasio likuiditas, return on asset, dan efisiensi operasional.

Valuasi sosial: pemerataan layanan air bersih, perubahan perilaku masyarakat, kesehatan masyarakat, dan nilai kewarisan.

Valuasi lingkungan: konservasi sumber daya air, keterkaitan biaya konservasi dengan kuantitas dan kualitas air, serta sanitasi lingkungan.

Peran BUMD dalam Perekonomian

Dalam pemaparan riset, ditegaskan bahwa mesin perekonomian nasional terdiri dari tiga pilar: Badan Usaha Milik Swasta (BUMS), Badan Usaha Milik Negara/Daerah (BUMN/BUMD), dan Koperasi.

Baca:  Gelorakan Semangat Olahraga di HUT RI Ke 77, PTM Batacigor Gelar Turnament Tenis Meja Antar Club Se-Bogor Raya

Karakter utama BUMS adalah profit oriented dengan orientasi pada akumulasi kekayaan.

Karakter utama BUMN/BUMD adalah social welfare oriented dengan orientasi pada distribusi kesejahteraan masyarakat.

Valuasi keberadaan Perumda Tirta Pakuan dilakukan secara holistik, tidak hanya menilai aspek ekonomi, tetapi juga menimbang manfaat sosial dan lingkungan.

Tanggapan Akademisi dan Manajemen

Ia menegaskan pentingnya dukungan pemerintah bagi keberlanjutan usaha, termasuk BUMD seperti Tirta Pakuan.

“Pemerintah saat ini sedang melakukan konstruksi fiskal dengan menahan beban pajak bagi pelaku usaha yang masih berjuang untuk survive. Tujuannya agar mereka dapat bangkit dan melakukan recovery sebelum dikenakan pajak kembali,” katanya.

Ia menambahkan, usaha dapat berkelanjutan jika ada perlakuan positif dari pemerintah. Namun, dengan adanya pemotongan dana pusat, daerah kini dituntut mencari sumber pendapatan lain. Salah satu cara adalah mengoptimalkan pajak dan retribusi, meskipun hal ini bisa membebani masyarakat.

Sementara itu, Direktur Umum Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rivelino Rizky, menekankan bahwa hasil penelitian ini menjadi rujukan penting bagi perusahaan maupun pemangku kepentingan.

Baca:  Gelar Mimbar Aksi Kedua, Ini Tuntutan Ratusan Mahasiswa FH Unpak

“Penilaian terhadap keberadaan Perumda Tirta Pakuan bagi Kota Bogor kami lakukan berdasarkan hasil yang diolah oleh tim peneliti. Kami tidak melakukan intervensi dalam proses pengambilan keputusan, melainkan hanya menyajikan data dan hasil penelitian secara akurat dan objektif. Harapannya, temuan ini bisa dijadikan acuan untuk membuat keputusan yang tepat,” ujarnya.

Tiga Fungsi Utama Tirta Pakuan

Sebagai BUMD Kota Bogor, Tirta Pakuan menjalankan tiga fungsi strategis:

1. Fungsi bisnis sebagai penyedia layanan air bersih.

2. Fungsi sosial dalam memberikan pemerataan akses air bersih bagi masyarakat.

3. Fungsi lingkungan melalui konservasi sumber daya air.

Ketiga fungsi tersebut diharapkan dapat berjalan harmonis dan berkelanjutan sehingga Tirta Pakuan tidak hanya menjadi penyedia layanan, tetapi juga penggerak pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan di Kota Bogor.(D2N)