Beranda News Nasional

Kementerian Kebudayaan Gelar Wayang GOKUL di Bogor, Padukan Tradisi dan Komedi Sambut Hari Wayang Nasional 2026

Pagelaran Wayang Golek dan Wayang Kulit dari Dinasti Sunandar dalam rangka memperingati Hari Wayang Nasional 2026 dari Kementerian Kebudayaan di Balaikota Bogor pada Jumat Malam, 6 November 2026

LIPUTANBOGOR.COM – Dalam rangka menyambut peringatan Hari Wayang Nasional 2026, Direktorat Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual, Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menggelar pertunjukan seni bertajuk Wayang GOKUL (Wayang Golek dan Wayang Kulit).

Pergelaran yang memadukan seni pertunjukan wayang tradisional dengan sketsa komedi modern ini sukses menyedot perhatian publik di Plaza Balai Kota Bogor pada Jumat malam (6/11/2026).

​Mengangkat lakon Karna Tanding, pergelaran ini menyajikan kolaborasi lintas generasi yang memukau. Panggung pertunjukan dimeriahkan oleh empat dalang ternama dari Dinasti Sunandar yang merupakan para penerus maestro wayang golek legendaris Ki Asep Sunandar Sunarya serta penampilan spesial dari seniman komedi tanah air, Sule, Nunung, dan Kiki Juliar.

Baca:  Usung Konsep Perawatan Luar Dalam, Kaltwins Resmi Meluncurkan Lini Produk Terbaru di IKIGAI Fitness Bogor

​Rangkaian acara resmi diawali dengan laporan dari Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, disusul prosesi simbolis penyerahan tokoh wayang oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia kepada perwakilan dalang Dinasti Sunandar.

​”Peringatan Hari Wayang Nasional yang jatuh setiap 7 November merupakan momentum krusial untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap wayang, sekaligus memperkuat upaya pelestariannya sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia,” ujar pihak Kementerian Kebudayaan dalam rilis resminya.

​Peringatan Hari Wayang Nasional sendiri resmi ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2018. Langkah ini menjadi wujud penghormatan atas pengakuan UNESCO yang menetapkan wayang sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity pada 7 November 2003 silam.

Baca:  Gandeng Banyak Pihak Demi Sukseskan Porprov Jabar 2026, Dispora Kota Bogor Maksimalkan Keterbatasan Anggaran

Wayang dikenal luas sebagai salah satu warisan budaya Nusantara bernilai sejarah tinggi yang berkembang pesat dalam pelbagai variasi regional. Salah satunya yakni Wayang Golek, seni pertunjukan khas Jawa Barat yang mengandalkan boneka kayu sebagai media tuturnya.

Tak sekadar media hiburan belaka, pertunjukan wayang senantiasa efektif menjadi sarana penyampaian pesan moral, nilai-nilai kehidupan, serta edukasi budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

​Inovasi utama dalam pergelaran tahun ini terletak pada konsep Wayang GOKUL, yang menggabungkan Wayang Golek dan Wayang Kulit Priangan dalam satu panggung terpadu.

Kehadiran empat dalang Dinasti Sunandar membuktikan keberlanjutan tradisi pedalangan sekaligus mengukuhkan peran penting keluarga seniman dalam menjaga eksistensi seni tradisi Indonesia.

Baca:  Refleksi 80 Tahun Polri: Janji Tegas Polresta Bogor Kota Libas Pemicu Kriminalitas

Sentuhan penyegaran makin terasa lewat hadirnya elemen seni peran dan sketsa komedi oleh Sule, Nunung, dan Kiki Juliar. Perpaduan ini berhasil menciptakan pengalaman menonton yang hangat dan relevan bagi masyarakat luas, terutama generasi muda, tanpa sedikit pun mengikis esensi dasar serta karakteristik asli seni tradisi pedalangan.

​Terbuka untuk masyarakat umum, pergelaran ini diharapkan mampu mendorong seni wayang agar semakin dikenal, diapresiasi, dan terus bertumbuh secara adaptif di tengah arus modernisasi.

Melalui kolaborasi lintas generasi dan pendekatan kreatif ini, Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk terus menjaga relevansi wayang agar tetap hidup dan erat menyatu dengan kehidupan masyarakat Indonesia.