LIPUTANBOGOR.COM – Helaran budaya bertajuk Pesta Rakyat Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang digelar di lapangan outdoor GOR Padjajaran, Kota Bogor pada Jumat malam, 25 Juli 2025, menyisakan kesan kurang menyenangkan bagi sebagian warga.
Acara yang menghadirkan ribuan masyarakat serta sejumlah tokoh dan seniman ternama ini tercoreng akibat aksi pencopetan yang terjadi di tengah keramaian. Beberapa pengunjung dilaporkan kehilangan barang pribadi, seperti dompet dan telepon genggam.
Menanggapi kejadian tersebut, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pemuda DPD KNPI Kota Bogor, Desta Lesmana, S.H., menyayangkan lemahnya pengamanan dan kurangnya koordinasi dari pihak panitia.
“Kami prihatin dengan adanya laporan kehilangan barang berharga yang dialami warga. Hal seperti ini sebenarnya bisa dicegah jika panitia menerapkan standar keamanan yang layak,” ujar Desta, Minggu (27/7).
Ia juga mengkritik buruknya komunikasi yang dibangun panitia sejak awal perencanaan acara.
“Sejak proses pemasangan panggung di lapangan GOR Padjajaran, yang notabene berada persis di sebelah kantor DPD KNPI Kota Bogor, tidak sekalipun pihak panitia datang untuk menyampaikan izin atau sekadar bersilaturahmi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Desta mengungkapkan bahwa saat acara berlangsung, halaman depan kantor DPD KNPI Kota Bogor tiba-tiba dijadikan lahan parkir motor tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
“Kami terbuka untuk siapa pun yang ingin memanfaatkan halaman kantor kami, termasuk sebagai tempat parkir. Namun, tentu kami menyayangkan sikap panitia yang abai terhadap etika komunikasi dengan lingkungan sekitar,” jelasnya.
Sebagai bentuk kepedulian, Desta menegaskan bahwa pihaknya melalui LBH KNPI Kota Bogor siap memberikan pendampingan hukum bagi warga yang menjadi korban pencopetan dalam acara tersebut.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat yang dirugikan. Kami siap mendampingi dan memperjuangkan hak mereka secara hukum,” tegasnya.(D2N)





