Beranda Profil

Kiprah KPA Langlang Buana di Dunia Pecinta Alam

Liputanbogor.com – Organisasi ini berbasis pecinta alam tingkat SMA yang biasa disebut Sispala (siswa pecinta alam). jika tingkat kampus kan mapala (mahasiswa pecinta alam).

Organisasi ini adalah sebuah ekskul di SMAN 1 Cigombong,  Berdiri Pada Tanggal 17 February 1991 yang diperuntukan hanya untuk siwa atau siswi Sman 1 cigombong (smancigo).

Tujuan utamanya adalah untuk mewadahi orang orang yang ingin belajar mencintai alam dan melestarikannya, juga membentuk manusia yang kuat dan tangguh dalam segala kondisi sesulit apapun, membentuk karakter, menguatkan mental dan bernafaskan konservasi, yang pastinya berlandaskan keimanan dan keislaman dari setiap kegiatannya. Contohnya dengan mentadaburi dan mentasyakuri keindahan alam yang Allah buat untuk kita.

Baca:  Pijat Punk, Sensasi Pijat Diiringi Musik Punk

Kegitannya pastinya kebanyakan aktifitas lingkungan, contohnya operasi bersih saat naik gunung atau pun dimana saja ketika sedang menjelajah terus juga ada penanaman pohon, dan pelestarian lingkungan lainnya. Tak hanya aktifitas lingkungan, program kami pun ada juga terkait dengan kemanusiaan, contohnya bakti sosial ke panti asuhan, membuat acara sunatan massal dan masih ada beberapa kegiatan lainnya.

Cara perekrutan di organisasi ini, teknisnya tak jauh berbeda dengan pecinta alam lainnya, yaitu ada masa pemberian materi, diklatsar, dan setelah itu ada syarat-syarat yang harus di tempuh anggota baru untuk menjadi anggota resmi.

Baca:  Mengenal Sosok Martin Pimpin HMI Komisariat Teknik UIKA

“Disini pun kami berkegiatan di alam bebas yang bisa terbilang sangat extreme dan taruhannya pun tak tanggung tanggung yaitu kehilangan nyawa, bisa dibilang sangat dekat sekali dengan kematian. Maka dari itu kami disini di tuntut untuk menguasai ilmunya agar dalam menjalankan kegiatannya berjalan dengan lancar dan selamat. Jadi itulah bedanya kami dengan penggiat alam yang hanya sekedar menjelajah dan bersenang senang saja tanpa ada maksud dan tujuan yang jelas.” ujar Rizki Muhammad. (AR/AW)