Beranda News Ekonomi & Bisnis

Kolaborasi dengan Swasta, PLN Resmikan SPKLU Center PLN Pertama di Rest Area Km 38B Tol Jagorawi

LIPUTANBOGOR.COM – PT PLN (Persero) berkolaborasi dengan PT Usaha Chunlan Indonesia dan Rest Area Km. 38 B Tol Jagorawi meresmikan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) Center PLN di Rest Area Pertama di Indonesia pada Senin, 24 Maret 2025.

“Ini bukan hanya sebuah peresmian fasilitas pengisian kendaraan listrik, tetapi sebagai bukti percepatan ekosistem kendaraan listrik di tanah air,” ujar Agung Murdifi, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat.

Kehadiran SPKLU Center ini menjadi bukti konkret pergerakan menuju era baru transportasi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. “PLN UID Jawa Barat telah menjadi garda terdepan dalam pengembangan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia dengan jumlah SPKLU terbanyak di Indonesia.

Ada 416 SPKLU di 250 lokasi yang tersebar di 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, termasuk rest area utama jalur tol,” urai Agung.

Baca:  Kobaran Api Lalap Habis Pabrik Ban di Bogor

Hansen Setiawan, Ketua Bidang Energi dan Energi Terbarukan Asosiasi Pengusaha Rest Area Indonesia (Aprestindo) mendukung program pemerintah dalam mengakselerasi ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), terutama dalam menyongsong musim mudik Lebaran.

“SPKLU bisa dibilang menjadi tulang punggung karena yang mudik kemungkinan akan mengisi di rest area. Saya pribadi sebagai pengguna mobil listrik kalau perjalanan jauh tidak terlalu pusing karena di setiap rest area ada SPKLU. Harapannya ke depan kecepatan pengisian daya bisa ditingkatkan,” kata dia.

Sementara itu, Rahmat Hidayat, PLT Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asperbang) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor, menyambut baik pembukaan SPKLU Center pertama di rest area tersebut.

Baca:  Dokter Rayendra dan Eka Maulana Pemimpin Muda yang Menangkan Hati Milenial Kota Bogor

Ia menyampaikan Pemerintah Kota Bogor mulai menggunakan mobil listrik pada awal 2023 dan sudah merasakan keunggulan mobil listrik yakni lebih hemat. Ia berpesan agar pada saat arus mudik pola antrian mobil listrik di SPKLU dapat diatur agar lebih tertib.

Keunggulan mobil listrik lainnya adalah dapat mengurangi impor energi karena 70% energi masih diimpor sebagai imbas produksi yang turun terus sementara di sisi lain kebutuhan meningkat terus.

“Hal ini merupakan transisi yang sangat bagus, dengan dukungan teknologi mengarah ke pengurangan energi fosil. Transisi energi harus menciptakan ekonomi baru untuk Indonesia. SPKLU menjadi unggulan untuk menanggulangi devisa yang tersedot habis-habisan untuk BBM,” jelas Tumiran, Guru Besar Universitas Gadjah Mada sekaligus mantan Dewan Energi Nasional periode 2009-2014 dan 2014-2019 yang turut hadir dalam seremoni tersebut.

Baca:  Cari Titik Charging Kendaraan Listrik? PLN : Cukup Pakai Fitur EVDS di PLN Mobile

Senada dengan Tumiran, Ririn Rachmawardini, Executive Vice President Pengembangan Produk Niaga (PPN), menyampaikan bahwa PLN harus membangun backbone untuk Electric Charging agar pengguna merasa aman dan nyaman sehingga dapat menciptakan multiplier effect yang akan mendukung pertumbuhan ekonomi 8%.

“PLN masih terbuka dengan mitra-mitra untuk membangun SPKLU tidak hanya di rest area namun juga di tempat-tempat strategis lainnya seperti mall dan hotel. Ayo kita sama-sama berkolaborasi karena otomotif EV terus bergerak maju dan harapannya kolaborasi ini bisa berdampak positif untuk Indonesia,” kata Ririn.(***)