Sumatera — NERS Indonesia bersama sejumlah lembaga dan komunitas menginisiasi kolaborasi lintas organisasi dalam rangka melaksanakan misi kemanusiaan di wilayah Sumatera yang terdampak bencana. Kolaborasi ini melibatkan BEM Universitas Bhayangkara Jakarta Raya beserta organisasi mahasiswa di dalamnya, dibina.id, Turun Bareng, LKTB IDI, serta Watermount Outdoor sebagai wujud kepedulian bersama terhadap masyarakat terdampak bencana.
Ketua Yayasan Jejak Relawan Kemanusiaan yang menaungi NERS Indonesia, Kamal Putra Pratama, menyampaikan bahwa misi kemanusiaan kali ini membutuhkan upaya besar mengingat luasnya wilayah terdampak bencana di berbagai daerah di Sumatera.
“Misi kemanusiaan kali ini membutuhkan upaya yang besar. Cakupan bencana di Sumatera cukup luas, sehingga dibutuhkan sinergi banyak pihak agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujar Kamal.
Dalam misi tersebut, NERS Indonesia memberangkatkan empat relawan yang terdiri dari tiga paramedis serta satu personel potensi SAR dan logistik. Tim memulai pergerakan dengan fokus awal di wilayah Sumatera Barat sebelum melanjutkan misi kemanusiaan melalui jalur darat menuju Kabupaten Aceh Tamiang.

Relawan yang tergabung dalam tim NERS Indonesia yakni Putra, Sogi Gelar Tumbara, Rama Gumang, Rifqi Jayandana, dan Helmi Ahmad Mubarok. Tim tiba di Sumatera Barat pada 5 Desember 2025 dan langsung melakukan pendampingan kemanusiaan di wilayah Palembayan dan Maninjau, Kabupaten Agam.
Setelah menyelesaikan rangkaian misi di Sumatera Barat, tim NERS Indonesia melanjutkan perjalanan darat menuju Aceh. Tim memasuki wilayah Aceh pada 12 Desember 2025 melalui Kota Medan sebelum akhirnya tiba di Kabupaten Aceh Tamiang.
Di Kabupaten Aceh Tamiang dan Kota Langsa, NERS Indonesia melaksanakan berbagai program kemanusiaan, di antaranya layanan Post Operation Control, Mobile Clinic, pendistribusian alat kebersihan diri, penyaluran logistik sembako, serta kegiatan trauma healing bagi masyarakat terdampak bencana.
Seluruh rangkaian bantuan tersebut berhasil disalurkan dengan baik kepada masyarakat di Aceh Tamiang dan Langsa. Kolaborasi lintas lembaga ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata bahwa sinergi dan kebersamaan mampu memperkuat upaya kemanusiaan dalam merespons situasi darurat di berbagai daerah di Indonesia. (*)





