
LIPUTANBOGOR.COM – Ir Hajah Dedah Herliana Msi, di dampingi camat sukabumi, berikut Kepala Desa Parungseah, Muhamad Munir, membuka langsung Kontes ayam pelung Sawala Cup, Bale Sawala Desa Parungseah Kecamatan Sukabumi Kabupaten Sukabumi pada Minggu (20/02/22).
Acara perlombaan kontes ayam pelung tersebut, dibagi tiga jenis diantaranya jajangkar, umum, bobot dan bintang yang pernah ikut perlombaan, acara ini juga dibuka secara simbolis oleh Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi.
Dengan sistem ayam pelung dimasukan ke kajeng (kurung kontes) oleh kadisnak kabupaten sukabumi Ir Hj Dedah Herlina Msi, yang didampingi camat sukabumi dan kades parungseah sebagai tuan rumah.
Ketua panitia pelaksana perlombaan kontes ayam pelung, Taupik Gagan, saat dijumpai awak media mengatakan, “Ayam pelung disukabumi memiliki potensi besar untuk membawa nama baik daerah atau pun negara kita tentunya kita semua harus memahami bagaimana karakteristik dan budidaya ayam pelung untuk meningkatkan ekonomi masyakat,” katanya.
Masih kata Gagan kepada para peserta yang hadir, agar selalu menerapkan prokes ketat dan pihak panitia pun didampingi satgas covid tingkat kecamatan, itu harus di lakukan swab kepada para peserta masing masing yang hadir.
“Panitia penyelenggara kegiatan menyediakan prokes yang sangat ketat diantaranya para undangan baik para penonton harus terlebih dahulu mencuci tangan dan memakai sabun diwastafel, bagi para peserta diwajibkan memakai masker dan kamipun telah menyidiakan ratusan masker, berikut handsanitizer di meja pendaptaran,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Kades Parungseah, Muhamad Munir, menyampaikan, “Sangat mendukung dengan upaya pelestarian budaya ditanah sunda di jawa barat, salah satunya kontes ayam pelung yang notabenenya merupakan seni warisan leluhur masyarakat Sunda Jawa Barat,” ucap Muhamad Munir, Kepala Desa Parungseah, Minggu (20/02/22).
“Melalui kontes ini, kami mengajak kepada seluruh generasi muda untuk peduli kepada Hewan asli Jawa Barat , karena kalo berbicara ayam pelung tidak hanya peternakan, tetap ada budaya tradisi , lokal, itu yang akan kita kembangkan sebagai generasi milenial” imbuhnya.
“Selain kegiatan kontes ayam pelung inipun kami memberdayakan pelaku usaha kecil menengah untuk meningkatkan, memajukan tarap ekonomi masyarakat melalui UMKM,” pungkasnya. (D2N)




