Beranda News Bogor Raya

Kopi Legendaris Bogor: Dedie Rachim Apresiasi Festival yang Menginspirasi

Walikota Bogor, Dedie A Rachim saat mengunjungi Festival Kopi Legendaris yang di inisiasi oleh FMP 2025 di Lapangan Sempur, Sabtu (23/8).

LIPUTANBOGOR.COM – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menghadiri Festival Kopi Legendaris dalam rangkaian kegiatan Festival Merah Putih (FMP) 2025 yang dilaksanakan di Lapangan Sempur.

Festival kopi legendaris dilaksanakan selama dua hari sejak Sabtu (23/8/2025) hingga Minggu (24/8/2025).

Dedie Rachim didampingi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor, Yantie Rachim juga turut mencoba berbagai brand kopi lokal asal Bogor.

Selain itu, apresiasi hadirnya kegiatan ini dituturkan langsung Dedie Rachim, yang menurutnya, sangat menginspirasi.

Baca:  Peringati HUT ke-42, Bima Arya Minta PDAM Tirta Pakuan Lebih Responsif

“Ini kesempatan baik bagaimana seluruh industri dan juga pelaku usaha perkopian ini bersinergi berkolaborasi membangun sebuah brand lokal yang kemudian bisa dipasarkan secara lebih sistematis dan efisien,” ucapnya.

Dedie Rachim menambahkan, hadirnya festival ini bisa menyatukan seluruh penggiat usaha kopi di Kota Bogor menjadi satu potensi besar dalam menggerakan ekonomi masyarakat.

“Kita akan coba komunikasikan dengan hotel, restoran untuk ikut mempromosikan kopi-kopi lokal yang sudah legend. Insyaallah penjualan tinggi, petani kopi akan memanfaatkannya kemudian juga produsen pengolah akan merasakan, jadi petani kopi akan merasakan manisnya kopi,” ujarnya.

Baca:  Dedie A Rachim Buka Festival Pencak Silat Seni Tradisi 2022

Ketua FMP 2025, Benyamin Mbo’oh, mengatakan bahwa festival kopi legendaris ini pertama di Bogor.

“Karena kita mengangkat kopi-kopi yang sudah melegendaris, melegenda di Kota Bogor ada yang sudah 50 tahun ada yang sudah 100 tahun. Jadi kita yakin bahwa kopi ini sudah bisa dibuktikan kualitasnya, sehingga kopi ini bisa menembus pasar nasional hingga internasional,” ujarnya.

Dengan festival ini pihaknya juga ingin menggerakan Bogor sebagai kota kopi.Sebab dari sejarah diketahui kopi pertama kali diekspor berasal dari Bogor.

Baca:  SLHS Diabaikan, Wali Kota Bogor Angkat Bicara Usai 36 Siswa Keracunan Menu MBG

“Ini bisa menjadi identitas Bogor, kami sudah punya sample packaging dimana satu paket itu ada semua jenis kopi legendaris yang bisa dijadikan buah tangan para wisatawan,” ujarnya.

“Jadi kita tidak hanya menjual kopi dan menghadirkan penggiat kopi, tapi juga petani -petani kopi, sehingga ini jadi momentum pertemuan dari hulu ke hilir,” ucapnya.(D2N)