LIPUTANBOGOR.COM – Pasca peristiwa pengeroyokan terhadap seorang pengunjung berinisial MJ di tempat hiburan malam (THM) Cabin, Kota Bogor, pada Jumat dini hari (19/9), gelombang kecaman terus bermunculan.
Salah satunya datang dari Pemuda Al-Irsyad Kota Bogor yang menilai keberadaan THM tersebut lebih banyak mendatangkan madharat daripada manfaat.
Dalam keterangan resminya pada Selasa (23/9), Sekretaris Pemuda Al-Irsyad Kota Bogor, Ammar Askar, mengecam keras aksi kekerasan yang terjadi di lokasi hiburan malam itu.
Ia menegaskan, kejadian tersebut menambah daftar panjang persoalan sosial yang muncul akibat keberadaan tempat hiburan malam di Kota Bogor.
“Pengeroyokan di THM Cabin bukan kasus pertama yang menimbulkan keresahan masyarakat. Ini bukti nyata bahwa keberadaan THM lebih banyak membawa mudharat, mulai dari keributan, peredaran minuman keras, hingga rawan tindak kriminal. Karena itu, kami mendesak pemerintah Kota Bogor untuk segera menutup THM Cabin,” tegas Ammar, Selasa (23/9).
Lebih lanjut, Ammar menyampaikan bahwa Pemuda Al-Irsyad sebagai salah satu Organisasi Kepemudaan (OKP) Islam memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan keresahan umat.
Ia menilai, keberadaan tempat hiburan malam kerap bertentangan dengan nilai-nilai religius dan budaya Kota Bogor yang dikenal sebagai Kota Hujan beridentitas religius.
“Kami tidak ingin kejadian ini terulang kembali. Pemerintah harus tegas, jangan menunggu korban lain berjatuhan. Langkah cepat menutup THM di Kota Bogor, salah satunya adalah THM Cabin . Ini sebagai langkah keberpihakan pemerintah terhadap keamanan, ketertiban, dan moralitas masyarakat,” tambahnya.
Pihak Pemuda Al-Irsyad juga mendorong aparat penegak hukum agar mengusut tuntas kasus pengeroyokan tersebut dan memberikan hukuman yang setimpal kepada para pelaku.
Menurut Ammar, penegakan hukum yang tegas akan memberikan efek jera sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap aparat.
Sementara itu, hingga kini kasus pengeroyokan yang menimpa MJ masih dalam penanganan pihak kepolisian. Aparat disebut tengah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan pihak terkait guna mengungkap kronologi serta motif di balik peristiwa tersebut.(D2N).





