Suara Pemilu
Akan ada satu hari,
yang menjadi penentu nasib negeri
yang tidak terpilih akan dianggap kalah
yang terpilih akan menjadi fitrah
Tidak apa-apa
Jika benar tulus hatinya
Cinta rakyatnya
Ia akan tetap bercahaya
Bersinar dipenjuru negeri
Si kanan tak terlihat tangan kiri
Harum, namanya menyejukkan
Walau jasadnya telah ditiadakan
Kelana Rasa
Aku memanggilnya layung
Datang di waktu menjelang petang
Menghadirkan warna yang berbeda
Lalu hilang bersama asa
Fajar merebut
Rindu tersudut
Cemburu menyambut
Tapi ia pergi lagi tanpa pamit
Sementara bukan berarti fana
Selamanya pun bukan berarti tetap ada
Kata yang terucap hanya diksi semata
Yang abadi dari layung adalah dimensi rasaku padanya
Kota Kerinduan
Dua tahun meninggalkan bogor
Sama dengan dua tahun melawan sepi
Rasa sudah terlanjur mati bersama kita yang tak saling menyapa
Selepas embun tak lagi menghiasi pagi
Bukan kau yang salah
Ini perkara hati yang mudah lelah
Aku yang payah
Membiarkan sunyi berlarut dengan pasrah





