Beranda Sastra & Budaya

Kumpulan Puisi Miftahul Rahmawati

Suara Pemilu

Akan ada satu hari,

yang menjadi penentu nasib negeri

yang tidak terpilih akan dianggap kalah

yang terpilih akan menjadi fitrah

 

Tidak apa-apa

Jika benar tulus hatinya

Cinta rakyatnya

Ia akan tetap bercahaya

 

Bersinar dipenjuru negeri

Si kanan tak terlihat tangan kiri

Harum, namanya menyejukkan

Walau jasadnya telah ditiadakan

 

Kelana Rasa

Aku memanggilnya layung

Datang di waktu menjelang petang

Menghadirkan warna yang berbeda

Lalu hilang bersama asa

 

Fajar merebut

Rindu tersudut

Baca:  Batik Bogor Tradisiku, Harumkan Warisan Budaya Indonesia Di Manca Negara

Cemburu menyambut

Tapi ia pergi lagi tanpa pamit

 

Sementara bukan berarti fana

Selamanya pun  bukan berarti tetap ada

Kata yang terucap hanya diksi semata

Yang abadi dari layung adalah dimensi rasaku padanya

 

Kota Kerinduan

Dua tahun meninggalkan bogor

Sama dengan dua tahun melawan sepi

Rasa sudah terlanjur mati bersama kita yang tak saling menyapa

Selepas embun tak lagi menghiasi pagi

 

Bukan kau yang salah

Ini perkara hati yang mudah lelah

Aku yang payah

Baca:  Pekan Kerajinan Jabar 2023, Halimatu Sakdiyah Iwan : Sebagai Ajang Promosi Keragaman Budaya Lokal Kabupaten Bogor

Membiarkan sunyi berlarut dengan pasrah