Bogor – Masyarakat Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, mengaku resah akibat guncangan gempa kecil yang dirasakan berulang kali dalam sepekan terakhir. Warga menduga aktivitas pengeboran (drilling) PT Star Energi Geothermal di kawasan Gunung Salak Endah menjadi penyebab terjadinya getaran tersebut.
Berdasarkan laporan warga, guncangan terasa puluhan kali sejak Minggu (28/9/2025) malam hingga Senin (29/9/2025) sore. Beberapa warga bahkan mengaku panik karena getaran terjadi saat mereka sedang bersama keluarga.
“Saya bersama keluarga ikut merasakan gempa itu. Kami panik apalagi karena ada bayi di rumah. Secara psikologis kami terganggu, dan tentu lebih berat bagi masyarakat yang tinggal di ring satu perusahaan,” ungkap salah satu warga.
Tokoh pemuda Pamijahan, Melana, menegaskan masyarakat meminta kejelasan dari pemerintah maupun perusahaan terkait fenomena tersebut.
“Kami ini masyarakat biasa, tidak tahu harus mengadu ke mana. Kami yakin ini dampak dari aktivitas pengeboran di Gunung Salak, karena waktunya sangat bertepatan. Kami minta pemerintah hadir dan memberikan penjelasan yang sebenarnya,” ujar Melana.
Selain meminta klarifikasi, masyarakat juga mendesak agar PT Star Energi menghentikan sementara aktivitas drilling di kawasan Gunung Salak Endah.
“Jangan terkesan diam saja. Perusahaan harus bertanggung jawab. Tidak bisa seenaknya memaksakan pengeboran demi target, sementara kami masyarakat sekitar merasa takut dan resah,” tegas Melana.
Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar keresahan tidak semakin meluas. Terlebih, kondisi cuaca di wilayah tersebut kerap disertai hujan deras dan angin kencang, sehingga menambah kekhawatiran warga akan dampak buruk aktivitas pengeboran. (*)





