Beranda News Bogor Raya

Masyarakat Parung Panjang Tolak Truk Tambang Tanpa Muatan Beroperasi 24 Jam

Bogor – Masyarakat Parung Panjang mengkritik kebijakan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) yang memperbolehkan truk bermuatan kosong beroperasi 24 jam.

Salah seorang masyarakat Parung Panjang, M Latif mengatakan kebijakan BPTJ amatlah sangat melukai perjuangan masyarakat yang mempertahankan jam operasional truk tambang sejak 2014 yaitu tidak ada aktivitas tronton di jam 06.00-09.00 dan 16.00-19.00.

“BPTJ terkesan tidak profesional dan cenderung berputar arah bahkan mengalami kemunduran dalam penerapan pembatasan aktivitas tronton di Parung Panjang,” ujar Latif.

Latif mengungkapkan masyarakat merasa sangat dirugikan dan khawatir dengan keselamatan di jalan lantaran banyaknga truk-truk besar.

Baca:  Uji KIR di Dishub Kota Bogor Meningkat, Sehari Sampai 130 Kendaraan

“Mohon untuk di kaji kembali, kasihan anak-anak yang mau berangkat sekolah, ibu-ibu yang belanja ke pasar dan juga bapak-bapak yang mau berangkat kerja harus berbagi jalan dengan truk-truk besar yang sangat membahayakan keselamatan,” paparnya.

Ia menyayangkan pemandangan yang amat tidak lazim dan tidak elok, Bogor sebagai Kabupaten penyangga Ibu Kota yang dikeruk habis sumber daya alamnya, tanpa memperhatikan dampak lingkungan yang ada dan hanya memberikan efek negatif untuk masyarakat.

“Kami tunggu niat baik BPTJ dalam menangani persoalan pelik Parung Panjang tanpa merubah apa yang sudah berjalan sebelumnya,” pungkasnya. (MIA)