Beranda News Nasional

Menolak Lupa, Pesantren Baitussalam Bahas Tragedi G30S/PKI

Menolak Lupa, Pesantren, Baitussalam, Tragedi, PKI
Yayasan Pesantren Baitussalam Indonesia menggelar "Tablig Akbar Kebangsaan", di di Masjid Agung Komplek Pesantren Baitussalam, Sasak Panjang, Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Sabtu (26/9/2020).

LIPUTANBOGOR – Yayasan Pesantren Baitussalam Indonesia menggelar “Tablig Akbar Kebangsaan” dengan menghadirkan Nara Sumber mantan KsAD Jendral (Purn) Agustadi Sasongko Purnomo, bertempat di Masjid Agung Komplek Pesantren Baitussalam Jalan Raya Kartika Sejahtera No.1, Desa Sasak Panjang, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Sabtu (26/9/2020).

Ketua Panitia Kegiatan Tahunan di Yayasan Pesantren Baitussalam Indonesia, Zaki Wildan Firdaus menyampaikan, dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada 1 Oktober nanti, maka perlu melakukan pelurusan sejarah untuk menyikapi kewaspadaan terhadap upaya-upaya maupun opini akan adanya Komunis Gaya Baru (KGB).

Baca:  Pasien Sembuh COVID-19 Bertambah 211 Jadi 1.876, DKI Jakarta Paling Banyak

“Ini kita lakukan dalam bentuk ide -ide dan pemikiran menyeluruh supaya tidak menggerogoti kehidupan politik ekonomi sosial dan budaya di negeri kita,” tutur Zaki yang menjabat juga sebagai Wakil Sekretaris Yayasan Baitussalam Indonesia.

Adapun peristiwa Gerakan 30 September yang lalu, menurut Zaki, adalah merupakan salah satu rangkaian sejarah yang tidak bisa dilupakan begitu saja, apabila hal ini dikaitkan dengan ideologi Negara yang hari jadinya kita peringati setiap tanggal 1 Oktober.

“Mengabaikan peristiwa G 30 S/ PKI sama halnya dengan kita mengabaikan Hari Jadi Kesaktian Pancasila,” tegas Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMIT Baitussalam ini.

Baca:  Ini Tiga Arahan Terbaru Presiden Terkait Penanganan Pandemi Covid-19

Seusai memberikan ceramah Kebangsaan, Jenderal (Purn) Agustadi Sasongko Purnomo mengatakan kepada media, kehadirannya sebagai langkah mengingatkan kembali khususnya untuk staff pengajar, para santri serta akademisi di lingkungan Yayasan Pesantren Baitussalam akan bahaya laten Komunis Gaya Baru.

“Apabila kita lengah, tentunya ini sangat berbahaya bagi negara.Termasuk berita yang tersebar lewat media sosial maupun media elektronik, kita harus bisa menyaring antara berita hoaks atau bukan,” tuturnya.

Dirinya berpesan untuk generasi muda, tetap waspada dan jangan sampai lengah dengan pergerakan apapun yang nantinya akan menghancurkan bangsa ini.

Baca:  Baksos dan Upacara HUT FKPPI Ke 42 Digelar Rayon 10.04.25 KB FKPPI Kecamatan Cisarua

“Supaya bisa mewarisi dan meneruskan apa-apa yang dilakukan oleh orang tua terdahulu, jangan melupakan sejarah, karena dengan sejarah yang akan menunjukan kebesaran suatu bangsa,” pungkas Mantan Kasad TNI AD Era Presiden SBY ini. (D2N)