
LIPUTANBOGOR.COM – Kecamatan Bogor Barat menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan 2023 secara virtual, Selasa (15/2/2022). Pada Musrenbang kecamatan Bogor Barat ini Wali Kota Bogor, Bima Arya mengingatkan agar Kecamatan Bogor Barat dapat meningkatkan potensi yang dimilikinya.
“Kegiatan di 2023 sangat menentukan, karena saya dan pak wakil akan menyelesaikan tugas di awal 2024. Ini injury time dari banyak sekali target yang sudah kita patok,” ujar Bima Arya.
Wali Kota mengatakan, ada angka-angka yang harus dipenuhi di RPJMD, ada janji kampanye dan program prioritas yang mana jika tahun ini meleset, maka di 2023 akhir atau 2024 awal tidak akan bisa terealisasi. Hal yang paling utama yakni target RPJMD yang sudah dipatok terkait kualitas hidup warga.
Bima Arya menyatakan, di periode pertama, Pemkot Bogor fokus pada infrastruktur, di periode kedua ini infrastruktur tetap berlanjut namun kualitas hidup manusia harus menjadi atensi yang lebih. Tak ayal, visi di periode kedua ini menjadikan Bogor sebagai kota yang ramah dan layak untuk keluarga.
“Saya ingatkan kita sudah punya target stunting, ODF, angka putus sekolah. Bagaimana caranya bisa disiplin memenuhi target RPJMD yang didalamnya juga ada angka IPM. Alhamdulillah di 2021 pertumbuhan IPM Kota Bogor tertinggi di Jabar, ini patut disyukuri, bisa serendah mungkin menekan angka stunting, ODF dan putus sekolah,” jelasnya.
Ia menuturkan, ada kebutuhan yang merupakan aspirasi dari warga yang darurat, seperti longsor di Balumbangjaya, Pasirjaya, dan Pasirmulya, ada kebutuhan untuk TPT, jalan lingkungan, drainase dan posyandu. Ini merupakan aspirasi warga yang mendesak dan jangan terlewat.
“Saya tidak mau 2024 nanti ada PR yang tersisa padahal PR ini bisa dikerjakan, warga sudah sangat minta. Kalau tidak dikerjakan warga dirugikan dan kualitas hidup menurun. Mohon atensi untuk diprioritaskan,” tegasnya.
Berbicara tentang potensi Bogor Barat. Menurutnya ada tiga yang menjadi primadona di Bogor Barat, yakni pertanian, situ atau sungai dan UMKM. Pertaniannya masih menyimpan banyak potensi yang bisa dikembangkan. Penataan sungainya, Situ Gede dan Situ Panjang sangat perspektif ke depan dan potensi UMKM banyak.
“Semestinya Situ Gede tuntas tidak bertahap. Bappeda dan PUPR tolong lakukan koordinasi dengan provinsi Jabar, Situ Gede tahun ini harus berlanjut baik dari dana Banprov dan juga di perubahan apa yang bisa dikerjakan, jangan terputus,” katanya.
Disamping itu, ia tidak ingin potensi UMKM hanya ditampilkan di video. Sebaliknya harus mempunyai target peningkatan skala UMKM, mulai dari omset, tenaga pekerjaan dan lainnya. Ia meminta ada lompatan seperti di Bogor Selatan dengan kawasan Mulyaharja dan di Bogor timur dengan Kampung Perca-nya.
“Mie glosor, tempe, coklat, talas, kerajinan bambu jangan hanya sekedar ditampilkan, harus ada lompatan. Butuh koordinasi yang baik antara wilayah dan dinas terkait, kalau gak di Musrenbang 2024 hanya akan ditampilkan seperti tadi. Saya akan agendakan berkantor di kelurahan di Bobar untuk memastikan ada konsep yang jelas, jadi ada yang kita anggarkan untuk meningkatkan potensi UMKM di seluruh kelurahan Bobar,” pungkasnya (D2N)




