LIPUTANBOGOR.COM – Olahraga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan jantung, namun di sisi lain juga dapat menjadi pemicu serangan jantung jika tidak dilakukan dengan benar. Hal ini diungkapkan oleh Dr. Bambang Agustian, SpPD-K, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultas Kardiovaskuler di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bogor.
Menurut Dr. Bambang, olahraga yang dilakukan secara rutin dapat meningkatkan fungsi jantung dan sirkulasi darah, menurunkan berat badan, serta mengurangi risiko penyakit kardiovaskular seperti hipertensi dan kolesterol tinggi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan olahraga selama 150 hingga 300 menit per minggu dengan intensitas ringan hingga sedang. Selain itu, olahraga kekuatan seperti angkat beban disarankan minimal dua kali seminggu untuk menjaga massa otot dan kesehatan tulang.
Waspada Serangan Jantung Saat Berolahraga
Namun, olahraga juga memiliki risiko tersendiri. Dr. Bambang mengungkapkan bahwa serangan jantung saat berolahraga dapat terjadi akibat jantung yang tidak terbiasa dengan aktivitas berat, riwayat penyakit jantung yang tidak terkontrol, atau penyumbatan pembuluh darah mendadak akibat kadar kolesterol tinggi.
“Agar tetap aman, kenali risiko diri sendiri, mulai olahraga secara bertahap, serta lakukan pemanasan dan pendinginan sebelum dan sesudah beraktivitas,” ujar Dr. Bambang.
Target detak jantung ideal saat berolahraga juga perlu diperhatikan. Rumus yang digunakan adalah 220 dikurangi usia, dengan target ideal 80% dari hasil perhitungan tersebut. Jika detak jantung melebihi angka tersebut, risiko gangguan jantung bisa meningkat.
Pola Hidup Tidak Sehat Sebabkan Penyakit Jantung di Usia Muda
Dalam beberapa tahun terakhir, kasus penyakit jantung pada usia muda meningkat. Penyebab utama meliputi pola makan tidak sehat, konsumsi gula berlebihan, kurangnya aktivitas fisik, stres, dan kurang tidur. Dr. Bambang menyarankan agar anak muda mulai menjalani pola hidup sehat dengan rutin berolahraga, menghindari makanan tinggi lemak dan gula, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Bagi penderita penyakit jantung atau hipertensi, olahraga yang disarankan meliputi jalan kaki, jogging ringan, dan senam. Sementara itu, olahraga berat seperti angkat beban tanpa pengawasan dan olahraga kompetitif sebaiknya dihindari.
Pertolongan Pertama Saat Serangan Jantung
Jika seseorang mengalami serangan jantung saat berolahraga, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memeriksa denyut nadi dan pernapasan. Jika tidak ada respons, segera panggil bantuan medis dan lakukan CPR (Resusitasi Jantung Paru) jika diperlukan.
“Sangat disarankan bagi semua orang untuk mempelajari Basic Life Support (BLS) agar dapat memberikan pertolongan pertama yang tepat,” tambah Dr. Bambang.
Olahraga yang dilakukan dengan benar dan teratur dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan jantung. Masyarakat diimbau untuk tetap aktif berolahraga dengan memperhatikan kondisi fisik dan batas kemampuan diri agar terhindar dari risiko serangan jantung. (ADV)





