Beranda News Bogor Raya

Pemkot Bogor Perkuat Tirta Pakuan: Direksi Bertambah Jadi Empat, Rino Gusniawan Kembali Pimpin 2025‑2030

Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi.

LIPUTANBOGOR.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengambil langkah strategis untuk memperkuat kelembagaan dan meningkatkan kinerja Perumda Tirta Pakuan. Melalui penyesuaian Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK), jumlah direksi kini diperluas menjadi empat, sebuah keputusan yang telah mendapatkan persetujuan resmi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Persetujuan penambahan direksi ini tertuang dalam Surat Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri Nomor: 900.1.13.2/8149/Keuda.

Penyesuaian SOTK ini bertujuan untuk meningkatkan tata kelola perusahaan dalam menjawab kebutuhan pelayanan dasar masyarakat, terutama dalam penyediaan air minum dan pengelolaan limbah.

Struktur direksi Perumda Tirta Pakuan kini diperluas menjadi empat pilar kepemimpinan:

Direktur Utama

Direktur Administrasi & Keuangan

Direktur Operasional

Direktur Pelayanan & Bisnis

Baca:  Ade Yasin: Ciptakan Kesalehan Sosial dan Sekolah Inklusif untuk Wujudkan Kabupaten Bogor Ramah Disabilitas

Tindak lanjut dari persetujuan Kemendagri ini, Wali Kota Bogor menerbitkan Surat Keputusan (SK) Nomor 900.1.13.2/Kep.393-Bag.Ekon/2025 yang menetapkan Rino Indira Gusniawan kembali sebagai Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor untuk periode 2025–2030.

Sementara itu, proses penjaringan untuk tiga posisi direksi lainnya akan segera dilaksanakan.

Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi, menjelaskan bahwa penyesuaian SOTK ini didorong oleh peningkatan signifikan dalam capaian dan kompleksitas tantangan yang dihadapi Perumda Tirta Pakuan.

“Berbagai prestasi yang diraih menjadi dasar kuat untuk memperkuat kelembagaan dan menjamin keberlanjutan layanan air minum dan pengelolaan limbah di Kota Bogor,” ujarnya, Jum’at (28/11).

Keputusan Pemkot Bogor untuk melanjutkan masa jabatan Direksi, terutama Direktur Utama, sejalan dengan Permendagri Nomor 37 Tahun 2018 Pasal 50 yang mengizinkan pengangkatan kembali direksi berkinerja baik.

Baca:  Mata Rantai Sejarah Sunda: Disparbud Kota Bogor Pacu Pengembangan Museum Pajajaran Berbasis Edukasi

Kinerja Perumda Tirta Pakuan memang patut diacungi jempol:

Predikat Sehat: Audit BPKP dan Kantor Akuntan Publik secara konsisten menempatkan Tirta Pakuan pada predikat SEHAT.

Peringkat Nasional & Provinsi: Perusahaan ini dinobatkan sebagai BUMD air minum dengan kinerja terbaik di Jawa Barat dan meraih peringkat ke-4 nasional pada tahun 2024 dan 2025.

Laba Terbesar: Pada tahun 2024, Tirta Pakuan mencatatkan laba terbesar sepanjang sejarah perusahaan, mencapai Rp 59,1 miliar.

Kontribusi PAD: Kontribusi dividen kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp 29,55 miliar pada tahun 2024. Bahkan, total dividen yang telah dikembalikan kepada Pemkot Bogor telah melampaui total penyertaan modal.

Baca:  Prahara Lahan Cijeruk, Sembilan Bintang Minta BPN Bogor Tegas Jangan Seperti Banci

Pencapaian ini didukung oleh upaya nyata perusahaan dalam menurunkan tingkat kehilangan air, meningkatkan cakupan dan kapasitas layanan, serta memperluas jaringan pipa.

Selain fokus utama pada air minum, Pemkot Bogor juga memberikan penugasan strategis tambahan yang menunjukkan kepercayaan terhadap kapasitas Tirta Pakuan, meliputi:

Pengelolaan air limbah domestik (L2T2).

Kolaborasi dalam pengelolaan sampah Kota Bogor.

Optimalisasi aset perusahaan.

Penguatan sinergi antar-BUMD di Kota Bogor.

Penyesuaian SOTK ini ditegaskan Denny Mulyadi bukan hanya untuk menghadapi target besar, tetapi juga untuk memastikan bahwa Tirta Pakuan mampu memberikan pelayanan dasar terbaik, profesional, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Kota Bogor.(D2N)