Beranda Sastra & Budaya

Penantian Terakhirku

Oleh : Arief Rahardjo / derai rindu.

Sebuah lagu yang kucipta iringi langkahmu,
Berhembus angin yang begitu lesuh.
Setelah kuhirup angin asmara dan kucicipi sepotong bahagia kau dan aku,
Setelah tertanam harap dan separuh jiwaku.

Namun…
Seketika aku tersayat pedih,
Tertikam belati tepat di ulu hati.

Hatiku terantai sesal;
Sesal yang mengukir abadi dalam suratan takdir.
Kehilangan nafas seiring pergimu,
Membuat langkahku terasa goyah menelusuri keping keping kenangan, hingga terlalu jauh; kau lupakan aku begitu saja.
Kurebah dada tanpa selah di atas tanah kering, air mata tak lagi mampu membasahi sisi hidup yang duka,
Walau untuk sekadar hilangkan dahaga.

Baca:  Kembali ke Tujuan Pendidikan

Ada suara lirih malaikat kecil dipundakku,
Menyanyikan syair merdu tanda lara.
Kehilangan cintamu adalah kehilangan yang sulit dilupakan.
Dan semua kisah ini ku kunci mati dihatiku, berakhir hingga tanpa puing.

“Ketika perpisahan adalah kenyataan, ketika akhir adalah sebuah jawaban,
Manusia hanya bisa menangis, duka, sesal meghantui hidupnya,
Namun, ada secerca cahaya dalam gulita, ada rahasia Tuhan dalam duka,
Dan ada naskah yang harus diperankan manusia.”