Beranda News Ekonomi & Bisnis

Pendampingan Masyarakat Gambut Aceh Barat dan Nagan Raya dalam Program SUPA ASEAN: Kolaborasi Anwar Muhammad Foundation bersama GiZ Jerman dan Sekolah Vokasi IPB  

LIPUTANBOGOR.COM -Yayasan Anwar Muhammad Foundation, bekerja sama dengan lembaga GiZ Jerman, telah menyelesaikan program pendampingan masyarakat gambut yang tergabung dalam Tim Kelompok Peduli Pengelolaan Ekosistem Gambut (TKPPEG) di Kabupaten Aceh Barat dan Kabupaten Nagan Raya.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif SUPA ASEAN (Sustainable Use of Peatland and Haze Mitigation in ASEAN), yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan lahan gambut secara berkelanjutan.

Dalam program ini, Muhammad Iqbal Nurulhaq, SP, MSi, dosen Sekolah Vokasi IPB dari Program Studi Teknologi Produksi dan Pengembangan Masyarakat Pertanian, berperan sebagai tenaga ahli dalam penguatan kapasitas kelompok masyarakat. Beliau menjadi narasumber dalam berbagai sesi yang membahas penguatan nilai komunitas, visi, misi, dan tujuan komunitas, serta strategi komunitas dalam menjalin jejaring dengan calon mitra dari pemerintah, bisnis, akademisi, maupun komunitas lainnya.

Baca:  Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Vokasi IPB University: Pelatihan Pestisida Nabati dan Analisis Usaha Tani

Pendampingan ini dilaksanakan selama tiga bulan, dimulai pada Juni hingga akhir Agustus 2024. Dalam prosesnya, beberapa Focus Group Discussion (FGD) digelar untuk menentukan tiga komoditas unggulan yang akan dikembangkan di wilayah tersebut. Berdasarkan hasil diskusi, nanas, lele, dan madu linot dipilih sebagai komoditas unggulan untuk dikembangkan di 10 desa di Kabupaten Aceh Barat dan Kabupaten Nagan Raya.

Selain menentukan komoditas unggulan, program pendampingan ini juga menitikberatkan pada penguatan kapasitas kelembagaan kelompok TKPPEG. Peserta didorong untuk lebih memahami dan mengoptimalkan rantai nilai dari tiga komoditas tersebut, dengan tujuan meningkatkan daya saing produk serta mendorong pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Baca:  Sekolah Vokasi Buka Kelas Pelatihan Suruput Class Fun Sensory Introduction

Sebagai puncak kegiatan, pada akhir Agustus 2024, diadakan forum keterlibatan langsung (Direct Engagement) yang melibatkan berbagai stakeholders. Forum ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah dari Dinas Lingkungan Hidup, Bappeda, dan Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM, serta unsur akademisi dari Universitas Teuku Umar, NGO, dan pihak bisnis seperti CSR Astra Agro Lestari dan Komunitas Madu Linot.

Proses diskusi dalam forum ini dilakukan menggunakan mekanisme World Café, di mana kelompok TKPPEG secara bergilir bertemu dengan berbagai stakeholder di meja diskusi yang berbeda. Melalui mekanisme ini, kedua belah pihak terlibat dalam diskusi dan negosiasi terkait prospek kerjasama, baik dalam hal pemasaran komoditas unggulan maupun pengembangan kapasitas masyarakat.

Baca:  ​Dua Dekade Penuh Gaya, Mal Botani Square Gebrak Panggung Mode Lewat Botani Top Model 2026

Forum tersebut menghasilkan sebuah Communique yang berisi kesepakatan kerjasama antara TKPPEG dan para stakeholder. Kesepakatan ini diharapkan menjadi landasan penting dalam memperkuat jaringan kerjasama antar sektor, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan menjaga keberlanjutan pengelolaan lahan gambut di wilayah Aceh Barat dan Nagan Raya.

Melalui kolaborasi antara komunitas, akademisi, pemerintah, dan sektor bisnis, program ini diharapkan mampu menciptakan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat gambut, baik dari segi ekonomi, sosial, maupun lingkungan.(***)