LIPUTANBOGOR.COM – Memasuki hari kedua, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA Negeri 4 Bogor ricuh. Terlebih salah satu orang tua siswa yang hendak mendaftarkan anaknya marah-marah kepada petugas PPDB, Selasa (18/6/2019).
Ratusan orang tua siswa dari berbagai wilayah sudah mengantre sejak pagi, bahkan dari subuh. Mereka yang datang ini akan mendaftarkan anaknya ke sekolah tersebut.
Awalnya, proses PPDB di SMAN 4 Bogor berjalan tenang dan tertib. Namun, tiba-tiba salah satu orang tua siswa mangamuk dan memarahi petugas PPDB. Hal itu disebabkan karena dirinya merasa kesal terhadap petugas PPDB, dimana nama anaknya belum juga dipanggil.
“Saya dari kemarin subuh datang ke sini tapi sampai sekarang belum juga dipanggil,” ungkap orang tua siswa tersebut dengan nada keras.
Kemudian, petugas PPDB dalam hal ini diwakili Waka Kesiswaan SMAN 4 Bogor Dadi mencoba memberi pengertian kepada orang tua siswa tersebut. Ia menyampaikan bahwa semua peserta PPDB harus mengikuti prosedur dan sabar.
“Kita paham dan semuanya yang ada di sini mengikuti peraturan, yaitu antre menunggu panggilan. Semua pasti kita layani,” katanya.
Kericuhan tersebut, lambat laun mulai terkendali setelah orang tua siswa lainnya ikut melerai keributan yang terjadi di sekolah tersebut. “Sudah, sudah, jangan ribut. Kita di sini juga sejak pagi ngantre,” ujar sejumlah orang tua siswa di lokasi.
Di sisi lain, salah seorang guru dari SMP Taruna Andigha Bogor, Aef yang mendampingi orang tua siswanya mengatakan, memang dalam PPDB di SMAN 4 Bogor ini peminatnya begitu banyak. Bahkan, Ia mengaku untuk mendampingi pendaftaran siswanya ini sejak Senin (17/6) kamarin. Hanya saja, kemarin itu datang agak terlambat sehingga pelayanannya sudah tutup dan harus kembali lagi hari ini.
“Jadwalnya kan jam 8. Nah, kami itu datang ke sini jam 8. Pas nyampe ke sini sudah mengular (membludak), bahkan katanya ada yang datang dari subuh. Akhirnya, kami mendapat nomor antrean ke 273, tapi dibatasi sampai 200 orang, jadi hari ini di suruh kembali lagi ke sini,” katanya.
Lanjut Aef, di hari kedua ini orang tua siswa asal sekolahnya itu kini sedang menunggu panggilan dari panitia PPDB untuk diproses pendaftaran anaknya.
“Sekarang udah ada di ruangan sedang menunggu panggilan dari panitia PPDB. Tadi kebagian nomor antrean 22,” pungkasnya. (Heri)





