Beranda News Bogor Raya

Perguruan Pencak Silat Pajajaran Cimande Tolak Rencana Pembangunan Jalan Alternatif di Kawasan Cagar Budaya

Bogor – Keluarga Besar Perguruan Pencak Silat Pajajaran Cimande menyatakan penolakan terhadap rencana pembangunan jalan alternatif yang akan melintasi kawasan Sumur Tujuh dan Bangker Mandiri. Kawasan tersebut diketahui merupakan bagian dari situs Cagar Budaya yang harus dilindungi dan dilestarikan.
Dalam surat pernyataan sikap yang ditujukan kepada Wali Kota Bogor, Drs. Dedie A. Rachim, MA, organisasi ini menegaskan bahwa penggunaan lahan Sumur Tujuh dan Bangker Mandiri sebagai jalur pengganti Jalan Saleh Danasasmita tidak dapat dibenarkan. Hal ini karena statusnya sebagai kawasan Cagar Budaya yang sudah ditetapkan sejak 2018.
“Kami menolak keras rencana penggunaan lahan Sumur Tujuh dan Bangker Mandiri sebagai jalan pengganti Jalan Saleh Danasasmita, karena kawasan tersebut adalah Cagar Budaya,” tegas Ketua Majelis Pendekar, TB. Ludfi Djamhari, S.Pd dalam surat pernyataannya, Rabu (1/10/2025).
Ada enam poin tuntutan yang disampaikan, di antaranya:
1.Menolak rencana pembangunan jalan di kawasan Sumur Tujuh dan Bangker Mandiri.
2.Mendesak agar seluruh lahan yang menjadi situs Cagar Budaya dikembalikan, dijaga, dan dilindungi sesuai amanat UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.
3.Meminta pemerintah untuk aktif melindungi situs peninggalan Kerajaan Pajajaran yang ada di kawasan tersebut.
4.Menyarankan pemerintah mencari solusi alternatif dengan memaksimalkan jalur yang ada tanpa merusak kawasan Cagar Budaya.
5.Mengingatkan pentingnya pembangunan yang berpihak pada pelestarian budaya sebagai identitas daerah.
6.Mendukung penuh program Gubernur Jawa Barat terkait pelestarian budaya Lembur Pakuan.
Melalui pernyataan ini, Perguruan Pencak Silat Pajajaran Cimande menegaskan bahwa upaya pembangunan jalan alternatif di kawasan cagar budaya bukan hanya mengancam kelestarian lingkungan, tetapi juga berpotensi menghilangkan identitas budaya Sunda.
“Kami berkomitmen menjaga Kawasan Dayeuh Pakuan Pajajaran Batutulis dari segala bentuk perusakan dan penghilangan identitas Budaya Sunda,” tutup TB. Ludfi Djamhari. (*)
Baca:  Desa Cikarawang Borong Medali di Bogor Grand Championship Piala Menpora