Beranda News Bogor Raya

Peringati World Cleanup Day di CFD, Kak Denny Mulyadi Tegaskan Pramuka Kota Bogor Garda Terdepan Pilah Sampah

LIPUTANBOGOR.COM – Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Bogor menegaskan komitmennya untuk menjadi agen perubahan (agent of change) sekaligus pelopor budaya memilah sampah dari hulu. Ratusan jajaran pengurus, Andalan, hingga relawan Pramuka diterjunkan langsung dalam agenda World Cleanup Day (WCD) yang dipadukan dengan Car Free Day (CFD) di halaman parkir Museum PETA, Jalan Jenderal Sudirman, Minggu (4/10/2026).

​Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Bogor yang juga Sekda Kota Bogor, Kak Denny Mulyadi, menegaskan bahwa peran aktif Pramuka dalam aksi kebersihan global ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari pendidikan karakter dan pengamalan kode kehormatan Gerakan Pramuka.

​”Anggota Pramuka, khususnya Dasadarma kelima dan kedelapan, diajarkan untuk cinta alam dan mengasihi sesama manusia serta hemat dan cermat. Lewat momentum World Cleanup Day ini, kami mendorong seluruh anggota Pramuka dari tingkat Siaga hingga Penegak dan Pandega untuk membiasakan memilah sampah dari hulu, yakni dari rumah dan sekolah masing-masing,” tegas Kak Denny Mulyadi di lokasi acara.

Baca:  Senam Sehat di PWI Kota Bogor, Direksi Bank Kota Bogor Ungkap Program dan Keberhasilan 

​Menurut Kak Denny, edukasi berkelanjutan yang dilakukan Pramuka sangat krusial untuk mendukung target circular economy serta pengoperasian fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Bogor yang ditargetkan berjalan pada 2028 mendatang.

​”Kami di Kwarcab bersama jajaran Pengurus, Abdimas, LH, hingga Humas akan terus bersinergi dengan Pemkot dan DLH untuk mengedukasi warga. Jika pemuda dan anggota Pramuka sudah bergerak, insyaAllah kebiasaan memilah sampah ini bisa menular ke lingkungan keluarga dan masyarakat luas,” tambahnya.

​Langkah strategis Gerakan Pramuka ini mendapat apresiasi penuh dari Pemerintah Kota Bogor. Wali Kota Bogor, Kak Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur pengolahan sampah masa depan harus dibarengi dengan perubahan perilaku masyarakat sejak dari sumber.

Baca:  Recruitment Tim Reaksi Cepat Pramuka Peduli Kota Bogor 2022

​”Jadi sampah itu selain menjadi tanggung jawab, tetapi juga punya peluang untuk dikelola dengan baik hingga menimbulkan circular economy. Sebelum PSEL 1 dan 2 Bogor Raya beroperasi di 2028, gaya hidup masyarakat harus berubah. Kami ingin pemilahan itu di awal saja, di hulunya,” terang Kak Dedie.

​Ia menambahkan, keterlibatan gerakan pemuda seperti Pramuka sangat penting untuk memperkuat kesadaran kolektif agar sampah yang sudah dipilah dapat didaur ulang dan bernilai ekonomi, bukan malah membebani lingkungan.

​Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Kwarcab Pramuka Kota Bogor, Kak Rudy Mashudi, menjelaskan bahwa WCD tahun ini sengaja mengusung tema “Aksi Bersih Pemuda-Pemudi, Merdeka dari Sampah” untuk menempatkan generasi muda di garda terdepan.

Baca:  Satu Unit Mobil Alami Kecelakaan Tunggal di Jalan Raya Puncak Bogor

​”Gerakan ini akan terus fokus pada sosialisasi pilah-pilih sampah dari sumber. Kami berharap aksi ini memegang prinsip Think Globally, Act Locally—berpikir secara global namun bertindak nyata di tingkat lokal,” ujar Kak Rudy.

​DLH Kota Bogor gencar memperluas edukasi pemilahan sampah hingga tingkat RT, di mana hingga akhir September 2026 telah dilaksanakan 53 kali sosialisasi lapangan.

​Dalam aksi WCD di kawasan Museum PETA tersebut, hadir langsung jajaran pimpinan Kwarcab Kota Bogor di antaranya Sekretaris Cabang, Wakabid Humas dan TI, Waka Abdimas dan LH, puluhan Andalan Cabang, serta relawan Pramuka yang bahu-membahu bersama organisasi kepemudaan seperti KNPI dan Karang Taruna mengedukasi pengunjung CFD.(D2N)